Dari Garut ke Osaka: Cerita Empat Mahasiswa Pariwisata UNIGA Magang di Hotel Mewah Jepang

- Jurnalis

Minggu, 20 Juli 2025 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Garut ke Osaka Cerita Empat Mahasiswa Pariwisata UNIGA Magang di Hotel Mewah Jepang

Dari Garut ke Osaka Cerita Empat Mahasiswa Pariwisata UNIGA Magang di Hotel Mewah Jepang

Garut – Osaka — Siapa sangka, dari kota berhawa sejuk di kaki Gunung Cikuray, empat mahasiswa Prodi Pariwisata Universitas Garut kini menjalani rutinitas internasional di salah satu hotel mewah Jepang: Grand Prince Hotel Osaka Bay.

Bukan sebagai tamu, tapi sebagai bagian dari tim profesional yang siap menyambut tamu-tamu dunia!

Mereka adalah Aldi, Siti Badriah, Rofa, dan Anisa, mahasiswa semester akhir yang tengah menjalani program magang internasional selama 1 tahun di Negeri Sakura.

Meski awalnya penuh tantangan, kini keempatnya justru merasa sedang menjalani pengalaman paling berharga dalam hidup.

Belajar Bahasa, Cuci Seprai, dan Sajikan Sushi

Sebelum menginjakkan kaki di Osaka, mereka harus terlebih dahulu menaklukkan tantangan pertama: bahasa Jepang.

Selama 4 bulan penuh, keempat mahasiswa ini mengikuti pelatihan intensif untuk meraih sertifikasi JLPT N4—level dasar tapi cukup untuk mulai bekerja.

“Awalnya susah banget, apalagi huruf-huruf Kanji itu bikin puyeng,” cerita Rofa sambil tertawa dalam rekaman voice note yang dikirim dari Jepang.

Tiba di Grand Prince Hotel, mereka langsung ditempatkan sesuai divisi: Aldi dan Siti Badriah di Housekeeping, sedangkan Rofa dan Anisa di Food and Beverage Service.

Hari-hari mereka diisi dengan mengepel koridor hotel bertingkat, menata kamar tamu VIP, hingga menyajikan makanan ala Kaiseki di restoran bintang lima.

“Tiap pagi, saya ngecek linen, bersihin kamar, dan harus cepat tapi tetap presisi. Awalnya deg-degan, tapi sekarang udah kayak ninja,” ujar Aldi sambil mengirim foto selfie di balik troli housekeeping.

Sementara itu, Rofa dan Anisa berjuang di dunia pelayanan restoran: menyapa tamu dengan irasshaimase, menyusun set menu, dan terkadang ikut menjelaskan bahan makanan—dalam bahasa Jepang.

“Yang bikin senang, para senior di hotel baik dan mau ngajarin. Jadi kami nggak ngerasa sendirian,” tambah Anisa.

Tak Hanya Skill, Tapi Mental dan Cultural Shock

Tinggal di luar negeri, jauh dari keluarga dan zona nyaman, jelas bukan hal yang mudah.

Mereka harus menghadapi cultural shock, homesick, cuaca dingin, bahkan adaptasi makanan. Tapi justru di situlah pembelajaran terbesar terjadi.

“Saya jadi belajar mandiri banget. Dulu makan tinggal ke dapur, sekarang masak sendiri. Bahkan jadi bisa masak kare Jepang,” ucap Siti sambil mengirimkan foto hasil masakan pertamanya.

Pengalaman bekerja lintas budaya ini secara tidak langsung membentuk soft skill yang tak bisa diajarkan di ruang kelas: komunikasi lintas budaya, etos kerja Jepang yang disiplin, hingga menghargai waktu dan detail.

Pulang Bawa Sertifikat dan Percaya Diri

Setelah masa magang selesai, keempat mahasiswa tidak hanya pulang dengan koper penuh oleh-oleh, tetapi juga membawa sertifikat kompetensi kerja dan sertifikasi bahasa dari Jepang—modal berharga untuk karier di industri pariwisata global.

“Setelah ini, saya ingin kerja di cruise ship atau hotel internasional. Pengalaman ini beneran membuka mata dan memperluas mimpi saya,” ujar Rofa.

Kampus Bangga, Orang Tua Terharu

Program magang internasional ini menjadi salah satu kebanggaan Program Studi Pariwisata UNIGA. Dosen pembimbing mengaku sangat terharu melihat perkembangan mahasiswa bimbingannya.

“Mereka bukan hanya belajar di lapangan, tapi juga jadi duta kampus dan budaya Indonesia. Ini jadi contoh nyata bahwa anak Garut juga bisa go internasional,” ujar Dani Adiatma, dosen pembimbing program ini.

Catatan Akhir

Cerita Aldi, Siti, Rofa, dan Anisa bukan sekadar kisah magang di luar negeri. Ini tentang keberanian keluar dari zona nyaman, tentang belajar mencintai proses, dan tentang bagaimana dunia kerja bisa menjadi tempat tumbuh yang luar biasa.

Jadi, buat kamu yang masih ragu kuliah di pariwisata, siapa tahu… Osaka jadi tempat magang kamu berikutnya?

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Hari Lahir Pancasila 2026, MAN 1 Garut Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai Kebangsaan
GEN Z Space Vol.4 Garut: Mahasiswa Didorong Ubah Aktivitas Digital Jadi Dampak Nyata
Nilai TKA Matematika 2026 Diumumkan, DIY Tertinggi, Jawa Barat di Angka 39,87
SMK Ciledug Al Musaddadiyah Garut Resmi Jadi Sekolah Maung, Siapkan Lulusan Siap Kerja
SMA Ciledug Al Musaddadiyah Garut Resmi Jadi Sekolah Maung “Manusia Unggul”
KIP Kuliah 2026 Jalur Mandiri Dibuka, Ini Cara Daftar dan Syarat Lengkapnya
SPMB Jabar 2026 Dibuka 25 Mei, Ini Cara Daftar Sekolah Maung Online
Daftar Ulang Unpad SNBT 2026 Dibuka, Peserta Wajib Registrasi Sebelum 3 Juni

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 09:20 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026, MAN 1 Garut Ajak Generasi Muda Hidupkan Nilai Kebangsaan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:25 WIB

GEN Z Space Vol.4 Garut: Mahasiswa Didorong Ubah Aktivitas Digital Jadi Dampak Nyata

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:30 WIB

Nilai TKA Matematika 2026 Diumumkan, DIY Tertinggi, Jawa Barat di Angka 39,87

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:22 WIB

SMK Ciledug Al Musaddadiyah Garut Resmi Jadi Sekolah Maung, Siapkan Lulusan Siap Kerja

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:57 WIB

SMA Ciledug Al Musaddadiyah Garut Resmi Jadi Sekolah Maung “Manusia Unggul”

Berita Terbaru

error: Content is protected !!