WARTAGARUT.COM – Kegiatan bertajuk Mubadalah Goes to Community: Penguatan Hak-hak Disabilitas melalui Penulisan Artikel Populer dan Konten Kreatif digelar selama dua hari, 7–8 April 2026, di Universitas Garut sebagai upaya memperkuat kesadaran publik dan literasi inklusif terkait hak penyandang disabilitas.
Program ini menjadi bagian dari gerakan advokasi berbasis komunitas yang menekankan pentingnya produksi konten yang ramah disabilitas. Kegiatan tersebut mengintegrasikan pendekatan literasi digital dengan isu sosial, khususnya dalam memperluas akses informasi yang setara bagi semua kalangan.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan kolaborasi lintas organisasi, di antaranya jaringan Mubadalah, Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), Universitas Garut, Fatayat NU, serta Koalisi Perempuan Indonesia. Sinergi ini bertujuan membangun ruang publik yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.
Fokus utama kegiatan diarahkan pada peningkatan kapasitas peserta dalam menulis artikel populer serta memproduksi konten kreatif yang mengangkat perspektif inklusi. Materi yang diberikan mencakup teknik penulisan yang komunikatif, strategi penyampaian pesan di media digital, hingga penguatan narasi yang berpihak pada kesetaraan.
Kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan peran komunitas dalam menyuarakan isu disabilitas melalui media yang lebih luas. Dengan memanfaatkan platform digital, pesan inklusi diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih besar serta mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
Selain itu, pendekatan kolaboratif yang diusung dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam memperjuangkan hak-hak disabilitas. Integrasi antara akademisi, organisasi masyarakat, dan komunitas menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem informasi yang lebih adil dan setara.
Melalui kegiatan ini, upaya penguatan literasi inklusif tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga diarahkan pada praktik nyata dalam produksi konten yang berdampak dan berkelanjutan di ruang publik digital.***
Penulis : Soni Tarsoni

















