Dosen STIKes Karsa Husada Latih Ibu di Wanamekar Pijat Tuina untuk Bayi

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen STIKes Karsa Husada Latih Ibu di Wanamekar Pijat Tuina untuk Bayi

Dosen STIKes Karsa Husada Latih Ibu di Wanamekar Pijat Tuina untuk Bayi

WARTAGARUT.COM – Desa Wanamekar  Kecamatan Wanaraja menjadi pusat perhatian pada kegiatan Pengabdian Masyarakat Pemula Hibah Dikti dengan program unggulan BABITA (Bayi Bahagia dengan Tuina) yang digelar Prodi Pendidikan Profesi Bidan STIKes Karsa Husada Garut, Selasa (23/09/2025).

Program ini dipimpin oleh Nofita Setiorini Futri Purwanto, S.Tr.Keb., Bdn., M.Kes. bersama anggota tim pengabdian Siti Nurcahyani Ritonga, SST., M.K.M dan Titi Purwitasari Handayani, SST., Bdn., M.Keb.

Acara dihadiri puluhan ibu, kader kesehatan, dan ibu PKK. Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian, Nofita Setiorini Futri Purwanto, menekankan pentingnya peran ibu dalam tumbuh kembang bayi.

“Program BABITA lahir dari kepedulian kami terhadap tumbuh kembang optimal bayi. Melalui pijat Tuina, kami ingin memberdayakan para ibu agar mampu memberikan sentuhan kasih sayang sekaligus stimulasi kesehatan. Sentuhan seorang ibu bukan hanya menenangkan, tetapi juga menjadi doa dan energi positif bagi buah hati,” ungkap Nofita penuh semangat.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan hanya penyuluhan, tetapi juga praktik langsung agar para ibu bisa mempraktikkan pijat Tuina secara mandiri.

Baca Juga :  Rapid Home Ekspansi ke Garut, Target 10.000 Rumah dan Gandeng HIMPAUDI di Grand Opening

Nofita berharap pelatihan ini menjadi gerakan bersama untuk mencegah stunting, menurunkan angka kesakitan bayi, dan memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak.

Sementara itu, Kepala Desa Wanamekar, Dani Ramdani, S.Kom, menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya desanya sebagai lokasi program.

“Program ini sangat penting bagi kami karena menyangkut kesehatan dan kesejahteraan generasi penerus. Bayi yang sehat dan bahagia adalah harapan setiap keluarga, dan pijat Tuina menjadi salah satu upaya sederhana namun efektif untuk menunjang tumbuh kembang bayi,” tutur Dani.

Dani menilai kegiatan ini sejalan dengan visi desa untuk menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Ia juga berharap pelatihan pijat Tuina bisa terus berlanjut dan menjadi kebiasaan baik di kalangan ibu-ibu dan kader posyandu.

Sebagai tindak lanjut, pada Rabu (24/09/2025) kembali dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa monitoring dan evaluasi.

Kegiatan ini bertujuan untuk menilai keberhasilan program, mendengarkan pengalaman para ibu setelah mempraktikkan pijat Tuina di rumah, serta memberikan bimbingan lanjutan agar manfaat program dapat terus dirasakan.

Baca Juga :  Baznas Garut Targetkan Rp17 Miliar Zakat 2026, Baru 40 Persen ASN Berkontribusi

Tim pengabdian menegaskan bahwa keberlanjutan dan keberhasilan program sangat ditentukan oleh komitmen bersama masyarakat desa.

Tim pengabdian menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia yang telah mendukung pendanaan kegiatan.

Acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan praktik pijat Tuina bersama para ibu peserta pelatihan, menandai komitmen bersama dalam meningkatkan kesehatan bayi dan mencegah stunting di Desa Wanamekar.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan juga penyerahan cinderamata dari tim pengabdian kepada pemerintah desa sebagai wujud apresiasi dan kerjasama.

Acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari Tim Pengmas STIKes Karsa Husada Garut serta perwakilan Desa Wanamekar yang berharap kegiatan positif seperti BABITA dapat terus berlanjut di masa mendatang.

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah Garut Resmi Kerja Sama dengan LPK Kirey, Perluas Akses Kerja ke Jepang
Mahasiswa Universitas Garut Raih Penghargaan Bupati sebagai Penggerak Pembangunan Daerah
Santri MA Unggulan Al Mashduqi Garut Borong Prestasi di NSDC SMENTION 2026, Angkat Isu Lingkungan
MAN 1 Garut Raih Penghargaan Berita Terbanyak dari Kemenag 2025
SMK Muhammadiyah Garut Gandeng Guru Besar UPI Wujudkan Sekolah Unggul
Pendaftaran Mahasiswa Baru IKKHG Garut 2026 Dibuka, Ini Jadwal Lengkap dan Program Unggulannya
3 Santri Murid SMP IT Al Mashduqi Garut, Raih Juara Nasional SMENTION 2026
Antusiasme Tinggi, Orang Tua Amankan Kursi Anak hingga 2031 di Al Mashduqi Islamic School Garut
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:43 WIB

SMK Muhammadiyah Garut Resmi Kerja Sama dengan LPK Kirey, Perluas Akses Kerja ke Jepang

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:43 WIB

Mahasiswa Universitas Garut Raih Penghargaan Bupati sebagai Penggerak Pembangunan Daerah

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:42 WIB

Santri MA Unggulan Al Mashduqi Garut Borong Prestasi di NSDC SMENTION 2026, Angkat Isu Lingkungan

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:28 WIB

MAN 1 Garut Raih Penghargaan Berita Terbanyak dari Kemenag 2025

Senin, 9 Februari 2026 - 19:37 WIB

SMK Muhammadiyah Garut Gandeng Guru Besar UPI Wujudkan Sekolah Unggul

Berita Terbaru

error: Content is protected !!