WARTAGARUT.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan dasar di Kabupaten Garut. Empat santri murid SD IT Al Mashduqi Garut berhasil meraih medali emas dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Pesona Intan 2025 Priangan Terbuka yang digelar pada 26–28 Desember 2025.
Keempat santri berprestasi tersebut adalah Naufal Razka Sanjaya, Abidzar Azka Darmawan, Athariz Khalief, dan Athariz Safwan.
Mereka turun di kategori Tanding Usia Dini Putra dan sukses menampilkan performa terbaik hingga meraih podium tertinggi.
Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Para santri melewati proses latihan panjang dan persiapan intensif di bawah bimbingan pelatih pencak silat Erwin Muhammad Dahlan, S.Sos. Menjelang pertandingan, para atlet cilik ini mengaku sempat merasakan ketegangan dan rasa gugup.
“Kami deg-degan sebelum bertanding, tapi terus diingatkan untuk fokus, berdoa, dan percaya diri. Alhamdulillah, semua lelah terbayar saat membawa pulang hasil terbaik,” ungkap perwakilan santri usai pertandingan.
Kejuaraan Pencak Silat Pesona Intan 2025 diikuti oleh berbagai perguruan dan atlet dari sejumlah daerah di Jawa Barat. Persaingan ketat membuat setiap pertandingan berlangsung sengit, terutama pada kategori usia dini yang menuntut teknik, mental, dan sportivitas tinggi.
Pelatih Erwin Muhammad Dahlan menilai capaian ini merupakan hasil kerja sama semua pihak, mulai dari kedisiplinan santri, dukungan orang tua, hingga komitmen sekolah dalam pembinaan nonakademik.
Pihak sekolah pun menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Kepala SD IT Al Mashduqi Garut, Muchtar Arifin, S.S., M.Pd, menyebut prestasi ini sejalan dengan visi sekolah dalam membangun karakter dan potensi peserta didik.
“Prestasi ini kami harapkan menjadi inspirasi bagi santri murid lainnya untuk terus berani bermimpi, berlatih dengan sungguh-sungguh, dan berprestasi di berbagai bidang,” ujar Muchtar.
Raihan medali emas ini sekaligus menegaskan komitmen SD IT Al Mashduqi Garut dalam mencetak generasi unggul, berkarakter, disiplin, dan berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.***
Penulis : Soni Tarsoni









