Halaqoh Siyasah DPW PKB Jabar: Kiai dan Politik, Sinergi Menuju Indonesia Sejahtera

Selasa, 14 Januari 2025 - 15:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Halaqoh Siyasah DPW PKB Jabar: Kiai dan Politik, Sinergi Menuju Indonesia Sejahtera

Halaqoh Siyasah DPW PKB Jabar: Kiai dan Politik, Sinergi Menuju Indonesia Sejahtera

WARTAGARUT.COM – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jawa Barat menggelar Halaqoh Siyasah dan Harokah Santri Volume 2 di Pondok Pesantren Hidayatul Faizien, Bayongbong, Kabupaten Garut, Jumat, 10 Januari 2025.

 Acara ini diikuti oleh para ajengan anom (kiai muda) dari berbagai daerah di Jawa Barat dan dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, Wakil Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jabar KH. Abubakar, Sekretaris DPW PKB Jabar Acep Jamaludin, Wakil Ketua DPW PKB Jawa Barat H. Oleh Soleh, Ketua Panitia KH. Aceng Malki, Fraksi PKB DPRD Jabar, dan Fraksi PKB DPRD Garut.

Turut hadir pula pembicara, KH. Hasan Syukri Zamzam Mahrus dari Pondok Pesantren Lirboyo, KH. Abdusalam Shohib dari Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Gus Faris dari Pondok Pesantren Buntet, dan KH. Aceng Abdul Mujib dari Pondok Pesantren Fauzan.

Fokus pada Dakwah dan Politik

Mengangkat tema sinergi antara dakwah dan politik dalam tradisi Aswaja An Nahdliyah, Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda menekankan pentingnya menggerakkan tradisi sebagai bagian dari perjuangan politik PKB. 

Baca Juga :  Jadwal Liga 1 2026/2027 Pekan 1: Persib vs PSM dan 8 Laga Lainnya

Menurutnya, PKB adalah instrumen strategis untuk mengawal nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah dan memperjuangkan kepentingan umat di ranah kebijakan.

Kiai dan Politik: Sebuah Keharusan

KH. Abdussalam Shohib menegaskan bahwa keterlibatan kiai dalam politik adalah keharusan agar mereka tidak hanya menjadi objek, tetapi juga subjek dalam pengambilan keputusan politik. 

“Kiai harus memahami politik agar dapat berperan aktif dalam menentukan arah kebijakan yang berpihak kepada umat,” ujarnya.

Gus Salam juga memberikan apresiasi atas pencapaian PKB Jawa Barat dalam Pemilu Legislatif dan Pilkada serentak 2024. 

Ia menyebut keberhasilan ini sebagai bukti nyata komitmen PKB dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Dakwah dengan Kebanggaan

Dalam konteks dakwah, Gus Salam menekankan pentingnya rasa bangga saat berdakwah, termasuk dalam keberpihakan pada partai politik. 

“Dakwah tanpa kebanggaan itu tidak sempurna,” jelasnya. Ia juga mendorong para santri untuk menjadikan politik sebagai bagian integral dari perjuangan dakwah.

Baca Juga :  Kantor Baru KPU Garut Diresmikan, Bupati Tekankan Pemilu Profesional dan Berintegritas

Politik sebagai Instrumen Kebijakan

KH. Aceng Abdul Mujib menambahkan bahwa politik adalah alat strategis untuk menentukan kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat.

 “Melalui politik, kita dapat melanjutkan perjuangan para ulama terdahulu demi mewujudkan Indonesia yang sejahtera dan adil,” katanya.

Kolaborasi NU dan Politik

Gus Faris, dalam kesempatan tersebut, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) tidak menjadi partai politik sesuai Khittah 1926. 

Namun, NU harus berkolaborasi dengan kekuatan politik agar aspirasinya tidak diwakilkan oleh pihak lain. 

“Kolaborasi ini adalah jalan untuk memastikan konsensus kebangsaan tetap terjaga sesuai empat pilar nasional,” tuturnya.

Acara ini menjadi momentum penting untuk menyatukan semangat dakwah dan politik sebagai dua hal yang tidak terpisahkan. 

Peserta halaqoh berharap sinergi ini mampu memperkuat peran PKB dalam memperjuangkan kepentingan umat, sekaligus menjadi jalan menuju masyarakat Indonesia yang sejahtera.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Nama Lolos Seleksi Pimpinan BAZNAS Garut 2026-2031, Ini Daftarnya
Kasus Rekening Donasi Pati: Benarkah Bank Bisa Blokir Saldo Nasabah?
Polres Garut dan PLN Resmikan SPKLU, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Prof. Haedar Nashir Raih Achmad Bakrie 2026, Ini Tanggapan PDM Garut
Unik! Hari Kemerdekaan Indonesia di Bale Khitan Paseban, 17 Anak Upacara Sebelum Khitan
24 Peserta Lolos Seleksi BAZNAS Garut, 5 Kursi Pimpinan Jadi Rebutan
Biaya Paspor di Imigrasi Garut Mulai Rp650 Ribu, Ini Jadwalnya
Lomba Mewarnai Fruitcity Garut Dibuka, Anak Dapat Main Gratis 1 Jam

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:47 WIB

10 Nama Lolos Seleksi Pimpinan BAZNAS Garut 2026-2031, Ini Daftarnya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Kasus Rekening Donasi Pati: Benarkah Bank Bisa Blokir Saldo Nasabah?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Polres Garut dan PLN Resmikan SPKLU, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Prof. Haedar Nashir Raih Achmad Bakrie 2026, Ini Tanggapan PDM Garut

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Unik! Hari Kemerdekaan Indonesia di Bale Khitan Paseban, 17 Anak Upacara Sebelum Khitan

Berita Terbaru