WARTAGARUT.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca yang tidak menentu.
Meski suhu udara di sejumlah wilayah Indonesia mencapai 36,5 derajat Celsius, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan Mei 2026.
Fenomena ini terjadi saat Indonesia memasuki masa pancaroba. Dalam periode 7 hingga 10 Mei 2026, BMKG mencatat radiasi matahari mencapai permukaan bumi secara maksimal akibat minimnya tutupan awan.
Kondisi tersebut menyebabkan suhu udara meningkat tajam di beberapa daerah, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Papua Barat.
Namun, BMKG menjelaskan cuaca terik justru dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan deras pada sore hingga malam hari, terutama di wilayah dengan kandungan uap air yang tinggi.
Data pengamatan menunjukkan curah hujan ekstrem tercatat di beberapa lokasi.
Sulawesi Tenggara mencatat 146,0 milimeter per hari, sementara Papua Tengah mencapai 143,2 milimeter per hari. Wilayah seperti Riau, Kalimantan Barat, dan Aceh juga mengalami hujan lebat dengan intensitas lebih dari 60 milimeter per hari.
Menurut BMKG, kondisi ini dipicu oleh kombinasi beberapa gangguan atmosfer, antara lain Madden-Julian Oscillation, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity.
Selain itu, keberadaan Ex-Siklon Tropis Hagupit di utara Papua turut memperkuat pertumbuhan awan hujan di Indonesia bagian timur.
Memasuki pertengahan Mei, Monsun Australia diprakirakan mulai menguat.
Fenomena ini biasanya menjadi penanda awal musim kemarau karena membawa massa udara yang lebih kering.
Meski demikian, BMKG mencatat penguatan monsun tersebut berpotensi melemah kembali secara signifikan.
Jika itu terjadi, kandungan uap air di wilayah selatan Indonesia dapat meningkat dan memicu hujan kembali.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah daerah di Sulawesi dan Kalimantan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi banjir kilat, tanah longsor, dan genangan, terutama ketika hujan deras turun setelah cuaca panas yang berlangsung cukup lama.
Untuk mendapatkan informasi cuaca terbaru, masyarakat dapat memantau aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi pemerintah.***
Penulis : Soni Tarsoni

















