Kuota Haji Jabar 2026 Turun Jadi 29.643, Masa Tunggu Kini Disamaratakan 26 Tahun

Minggu, 12 April 2026 - 15:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kuota Haji Jabar 2026 Turun Jadi 29.643,  Masa Tunggu Kini Disamaratakan 26 Tahun

Kuota Haji Jabar 2026 Turun Jadi 29.643, Masa Tunggu Kini Disamaratakan 26 Tahun

WARTAGARUT.COM – Kuota haji Jawa Barat tahun 2026 resmi mengalami penyesuaian menjadi 29.643 jemaah, turun dari tahun sebelumnya 38.723 jemaah.

Kebijakan ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, H. Boy Hari Novian, SE., MM., dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji Tingkat Kabupaten Garut di Pendopo Garut, Minggu (12/4/2026), sebagai bagian dari penerapan sistem antrean nasional yang kini disamaratakan selama 26 tahun.

H. Boy Hari Novian menjelaskan, penyesuaian kuota tidak hanya berlaku di Jawa Barat, tetapi dilakukan secara nasional untuk menciptakan keadilan bagi seluruh jemaah di Indonesia.

“Penyesuaian ini dilakukan agar masa tunggu jemaah di seluruh Indonesia sama, yaitu sekitar 26 tahun,” ujarnya.

Ia memaparkan, pada tahun ini pemberangkatan jemaah Jawa Barat terbagi dalam dua embarkasi, yakni Bekasi dan Indramayu. Sebanyak 12.000 jemaah diberangkatkan melalui Bekasi dalam 28 kloter, sementara 17.000 jemaah melalui Indramayu dalam 40 kloter.

Baca Juga :  Rp2,659 Miliar Santunan JKM Disalurkan kepada 82 Ahli Waris di Garut

Menurut H. Boy, sistem sebelumnya menimbulkan ketimpangan antrean antar daerah. Ia mencontohkan, jemaah di Garut bisa berangkat dalam waktu 11–12 tahun, sementara di wilayah seperti Bekasi dan Depok harus menunggu hingga 29–30 tahun meski mendaftar di hari yang sama.

“Ini yang kita perbaiki. Dengan aturan baru, di mana pun mendaftar, masa tunggu akan sama. Ini bentuk keadilan,” katanya.

Selain itu, pemerintah tetap memberikan prioritas bagi jemaah lanjut usia. Di Jawa Barat, prioritas diberikan kepada lansia dengan batas minimal usia sekitar 80 tahun, dengan kuota sekitar 1 persen dari total jemaah.

“Prioritas lansia akan diurutkan dari usia tertua. Saat ini sekitar usia 80 tahun ke atas yang bisa mendapatkan prioritas,” jelasnya.

Baca Juga :  Starting XI Persib vs Melbourne Victory, Teja Paku Alam Absen

Menariknya, dalam kondisi tertentu, anak berusia minimal 13 tahun juga dapat diberangkatkan menggantikan orang tua yang telah wafat, melalui mekanisme pelimpahan porsi haji.

Dari sisi kesiapan, H. Boy memastikan seluruh dokumen, termasuk visa, telah selesai 100 persen. Ia juga menegaskan kesiapan asrama haji dan koordinasi lintas instansi seperti imigrasi, bea cukai, dan pihak bandara.

“Mulai tanggal 21 April, jemaah sudah masuk asrama haji. Semua stakeholder sudah siap menerima dan melayani jemaah,” katanya.

Ia menambahkan, manasik haji tahun ini dirancang lebih terintegrasi dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari ketua kloter, tenaga medis, hingga dinas kesehatan, guna memastikan jemaah memahami seluruh rangkaian ibadah haji secara menyeluruh.

“Manasik ini menjadi bekal penting agar jemaah siap secara fisik dan mental saat berangkat,” pungkasnya. ***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUPS Tahunan Bukan Sekadar Formalitas, Notaris Agustine Merdekawati Ajak Developer Garut Perkuat Tata Kelola Perseroan
Rp2,659 Miliar Santunan JKM Disalurkan kepada 82 Ahli Waris di Garut
Wisuda Tahfidz Qur’an MAN 5 Garut, Kemenag Tekankan Literasi dan Akhlak
Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya
Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal
Kemenag Garut Petakan Calon Kepala KUA, Perceraian Jadi Tantangan
Kepala Kemenag Garut Dorong Guru Melek Digital Lewat AKGTK 2026
OMI Jawa Barat 2026 Digelar, Kemenag Garut Bidik Tiket ke Tingkat Nasional

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:48 WIB

RUPS Tahunan Bukan Sekadar Formalitas, Notaris Agustine Merdekawati Ajak Developer Garut Perkuat Tata Kelola Perseroan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:22 WIB

Rp2,659 Miliar Santunan JKM Disalurkan kepada 82 Ahli Waris di Garut

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:56 WIB

Wisuda Tahfidz Qur’an MAN 5 Garut, Kemenag Tekankan Literasi dan Akhlak

Selasa, 20 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Sertifikat Tahfidz Kemenag Harus Lewati Ujian Resmi, Ini Penjelasannya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Kemenag Garut Ajak Tokoh Agama Rawat Keberagaman dan Budaya Lokal

Berita Terbaru

Anggota Tapak Suci Unit 4 SMK Muhammadiyah Garut dalam kegiatan pembinaan bela diri dan karakter pelajar.

PENDIDIKAN

14 Murid SMK Muhammadiyah Garut Ikuti Kejurda Tapak Suci 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 20:48 WIB