ITB dan MGMP Kimia SMA Garut Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Guru dan Literasi Pewarna Makanan

Jumat, 21 November 2025 - 12:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ITB dan MGMP Kimia SMA Garut Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Guru dan Literasi Pewarna Makanan di SMAN 1 Garut, Jum'at (21/11/2025)

ITB dan MGMP Kimia SMA Garut Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Guru dan Literasi Pewarna Makanan di SMAN 1 Garut, Jum'at (21/11/2025)

WARTAGARUT.COM – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kimia SMA Kabupaten Garut menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk Peningkatan Kompetensi Guru dan Literasi Bahan Pewarna Kimia dalam Makanan di Ruang Rapat SMAN 1 Garut, Jumat (21/11/2025).

THUMBNAIL KOLASE POTO 20251121 124701 0000
ITB dan MGMP Kimia SMA Garut Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Guru dan Literasi Pewarna Makanan

Kegiatan melibatkan 30 guru kimia dari berbagai SMA di Garut dan menghadirkan pemateri dari Kelompok Keilmuan Kimia Analitik FMIPA ITB.

Program ini menjadi upaya strategis memperkuat kemampuan analisis siswa serta meningkatkan pemahaman guru mengenai pewarna makanan yang banyak digunakan dalam industri kuliner Garut.

Dalam paparannya, Dr. Muhammad Yudhistira Azis, M.Si, dosen Kimia Analitik FMIPA ITB sekaligus Ketua Panitia, menegaskan bahwa Garut dipilih karena potensi kuliner yang besar dan banyaknya penggunaan zat pewarna dalam produk lokal seperti dodol dan keripik.

“Kita ingin siswa SMA bisa menganalisis kandungan zat warna dalam makanan. Garut punya produk kuliner beragam dan berpotensi menggunakan pewarna. Ini kesempatan agar siswa berkontribusi memberi informasi ilmiah untuk masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Rumah Terbakar di Wanaraja, Yudha Dorong Pemkab Garut Kolaborasikan CSR dan BAZNAS

Yudhistira menambahkan, kegiatan ini merupakan program kelima dari Kelompok Keilmuan Kimia Analitik FMIPA ITB untuk memperkuat kompetensi guru serta memperkenalkan metode analisis konvensional, komputasi visual, dan implementasi teori kimia secara praktis.

“Selama ini siswa banyak diarahkan membuat produk, bukan meningkatkan kemampuan analisis. Padahal esensi sains adalah argumentasi, penalaran, dan penyelesaian masalah.”tuturnya.

THUMBNAIL KOLASE POTO 20251121 124957 0000
ITB dan MGMP Kimia SMA Garut Kolaborasi Tingkatkan Kompetensi Guru dan Literasi Pewarna Makanan

Menurut Ketua Himpunan Kimia Indonesia Jawa Barat Banten ini, literasi zat warna penting karena menyangkut kesehatan masyarakat.

Dengan kemampuan analisis dasar, kata Yudistira, siswa bisa mengidentifikasi kadar zat warna dan menyampaikan temuannya kepada pihak berwenang.

“Siswa tidak mengambil keputusan, tapi melapor dan menginformasikan temuan seperti riset. Ke depan kita ajarkan pula pelaporan statistik agar datanya bisa dibandingkan dengan baku mutu.”ujarnya.

Yudistira mengungkapkan bahwa output kegiatan ini mencakup lima poin utama: penyediaan modul praktikum, pemanfaatan komputasi kimia, integrasi konsep mol dan stoikiometri secara logis, penyusunan bahan ajar khas MGMP, serta penguatan peran guru sebagai penghubung antara teori dan implementasi di sekolah.

Baca Juga :  H. Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG untuk Perkuat SDM Kesehatan

Wakil Ketua MGMP Kimia SMA Garut, Deden Wahyudin Derajat, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada ITB, khususnya Kimia Analitik. Ilmu yang diberikan sangat bermanfaat dan bisa langsung ditransfer kepada siswa. Kegiatan ini membuka wawasan kami, terutama dalam memperbaiki miskonsepsi yang sering terjadi di kelas,” katanya.

 

Ia berharap komunikasi antara MGMP Kimia Garut dan ITB terus berlanjut dalam penyelesaian permasalahan pembelajaran kimia di sekolah.

“Harapannya hubungan ini tidak berhenti di kegiatan tatap muka. Ketika ada kesalahan konsep atau masalah pembelajaran, guru bisa konsultasi langsung ke ITB. Ini sangat membantu,” ujarnya.

 

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu melahirkan generasi siswa yang tidak hanya mampu membuat laporan praktikum, tetapi juga memahami manfaat sains untuk kesehatan, lingkungan, dan industri lokal. Program ini juga memperkuat kemampuan guru dalam menyampaikan teori kimia secara logis, kritis, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. ***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dinas Pendidikan Garut Lirik Karya Inovatif Mahasiswa Dalam Gelar Karya PPG IPI Garut
Gelar Karya PPG IPI Garut Hadirkan Inovasi untuk Masalah Pembelajaran
SMPN 2 Garut Apresiasi Inovasi Pembelajaran di Gelar Karya PPG IPI
Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar
Sekretaris Dirjen Pesantren Kementerian Agama RI Lepas Keberangkatan Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ke Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir Bersama PAAM Jabar
Wamendikdasmen Tekankan Partisipasi Publik dalam Revisi UU Sisdiknas
Wisuda ke-29 IKKHG, Ketua Pembina YDHIG Soroti Rencana Fakultas Kedokteran Gigi
IKKHG Wisuda 560 Lulusan, Rektor Ungkap Prodi Akreditasi Unggul dan Rencana Buka FKG

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Dinas Pendidikan Garut Lirik Karya Inovatif Mahasiswa Dalam Gelar Karya PPG IPI Garut

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Gelar Karya PPG IPI Garut Hadirkan Inovasi untuk Masalah Pembelajaran

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:47 WIB

SMPN 2 Garut Apresiasi Inovasi Pembelajaran di Gelar Karya PPG IPI

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Kang Abik, Penulis Ayat-Ayat Cinta, Hadir di Al Mashduqi Garut, Pesan Haru Orang Tua Warnai Pelepasan Santri Murid ke Al-Azhar

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Sekretaris Dirjen Pesantren Kementerian Agama RI Lepas Keberangkatan Santri Murid Al Mashduqi IIBS Garut Ke Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir Bersama PAAM Jabar

Berita Terbaru