WARTAGARUT.COM – Kegiatan keagamaan dan olahraga massal bukan hanya simbol kebersamaan, tetapi juga instrumen konkret untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pesan tersebut ditegaskan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat menghadiri kegiatan Jalan Santai Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama RI tingkat Kabupaten Garut, yang digelar di kawasan perkotaan Garut, Minggu (4/1/2026).
Bupati Garut menilai, kegiatan jalan sehat yang melibatkan ribuan peserta lintas instansi, madrasah, dan masyarakat umum memiliki efek ekonomi langsung yang nyata.
Aktivitas tersebut, kata Ia, mendorong perputaran uang, meningkatkan transaksi pelaku UMKM, serta memperkuat daya beli masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
“Kegiatan seperti ini bukan sekadar seremonial. Ketika ribuan orang berkumpul, berbelanja, dan berinteraksi, di situlah terjadi perputaran ekonomi. Ini berdampak langsung pada penguatan ekonomi rakyat dan PAD daerah,” ujar Bupati Garut dalam sambutannya.
Menurutnya, pemerintah daerah memandang kegiatan keagamaan dan olahraga massal sebagai bagian dari kebijakan ekonomi mikro yang mudah dipahami publik.
Pendekatan ini dinilai efektif karena menyentuh masyarakat secara langsung, tanpa harus melalui program yang rumit atau berbiaya besar.
Bupati Garut, Syakur Amin juga mengapresiasi Kementerian Agama Kabupaten Garut yang mampu mengemas peringatan HAB ke-80 secara inklusif.
Selain memperkuat nilai spiritual dan kerukunan umat, kegiatan tersebut dinilai memberi manfaat sosial dan ekonomi secara bersamaan.
“Kalau kegiatan keagamaan bisa berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat, ini adalah model pembangunan yang sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni








