Kajari Garut Gelar Sidang Pembacaan Putusan Perkara In Absentia Tindak Pidana Korupsi Dana Desa

- Jurnalis

Selasa, 11 Juni 2024 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kajari Garut Gelar Sidang Pembacaan Putusan Perkara In Absentia Tindak Pidana Korupsi Dana Desa

Kajari Garut Gelar Sidang Pembacaan Putusan Perkara In Absentia Tindak Pidana Korupsi Dana Desa

WARTAGARUT.COM -Kejaksaan Negeri (Kajari) Garut menggelar Sidang pembacaan putusan perkara in absentia tindak pidana korupsi dana desa di Desa Sukanagara, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, digelar pada Senin, 10 Juni 2024.

Perkara ini melibatkan Terdakwa Aang Kunaefi bin Aonudin, Kepala Desa Sukanagara, yang terbukti melakukan korupsi dana desa dari tahun anggaran 2019 hingga 2020, dengan kerugian negara sebesar Rp931.627.080.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Garut, Jaya P. Sitompul, S.H., M.H., menjelaskan bahwa sidang berlangsung pada pukul 15.38 WIB di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus.

“Majelis hakim menyatakan Terdakwa Aang Kunaefi tidak pernah hadir dalam persidangan dan dijatuhi pidana in absentia,” ujar Jaya P. Sitompul melalui rilis pada Selasa, 11 Juni 2024.

Baca Juga :  Guru Hafiz Quran, Salman Alfarizi, Berjuang untuk Garut Dengan Mendaftar Lewat PAN

Dalam putusannya, kata Ia, Majelis Hakim menyatakan Aang Kunaefi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan dakwaan primair.

“Terdakwa dijatuhi hukuman penjara selama 7 tahun 3 bulan dan denda sebesar Rp300.000.000 dengan ketentuan subsidair 6 bulan kurungan jika denda tidak dibayar,”tuturnya

Selain itu, terdakwa diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp931.627.080.

Jaya P. Sitompul mengungkapkan bahwa jika terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Jika tidak mencukupi, akan diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun,”ungkapnya.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Garut menjelaskan bahwa Majelis Hakim juga memerintahkan penangkapan dan penahanan terdakwa apabila telah ditemukan.

Baca Juga :  Ketua DPD PKS dan DPC Gerindra Kabupaten Garut Sepakat Berkoalisi

“Barang bukti dan biaya perkara juga dinyatakan sependapat dengan surat tuntutan yang telah dibacakan oleh Penuntut Umum,”katanya.

Sebelumnya, kata Ia, tim Jaksa Penuntut Umum dalam surat tuntutannya pada tanggal 27 Mei 2024, menuntut agar Aang Kunaefi dinyatakan bersalah dengan hukuman 7 tahun 3 bulan penjara dan denda Rp300.000.000 subsidair 6 bulan kurungan.

Terdakwa juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp931.627.080, dan jika tidak dibayar dalam 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya akan disita dan dilelang.

“Jika tidak mencukupi, akan diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun 7 bulan.”katanya.

Setelah majelis hakim membacakan putusan, Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir.

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Polres Garut Ungkap Kasus Curanmor Dan Amankan Ketiga Orang Pelakunya
Hj Ihat Solihat Minta Pemerintah Respons Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa di Kecamatan Sukawening 
Korban Hanyut Anak 5 Tahun Ditemukan Seorang Nekayan di Bendungan Waduk Jatigede Sumedang
Polsek Cibatu Polres Garut Cek Tkp Kecelakaan Di Jalan Raya Malangbong Limbangan
Polsek Malangbong Evakuasi Truk Terguling
PDAM Tirta Intan Garut Ajak Pelanggan untuk Melindungi Water Meter dari Pencurian
Langkah Preventif Perumda Air Minum Tirta Intan Garut: Menggembok Water Meter untuk Cegah Pencurian
Pemusnahan Barang Bukti: Pj. Bupati Garut dan Forkopimda Berantas Peredaran Narkoba
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Juni 2024 - 17:58 WIB

Kajari Garut Gelar Sidang Pembacaan Putusan Perkara In Absentia Tindak Pidana Korupsi Dana Desa

Rabu, 15 Mei 2024 - 15:26 WIB

Polres Garut Ungkap Kasus Curanmor Dan Amankan Ketiga Orang Pelakunya

Rabu, 1 Mei 2024 - 08:11 WIB

Hj Ihat Solihat Minta Pemerintah Respons Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa di Kecamatan Sukawening 

Sabtu, 20 April 2024 - 16:45 WIB

Korban Hanyut Anak 5 Tahun Ditemukan Seorang Nekayan di Bendungan Waduk Jatigede Sumedang

Jumat, 19 April 2024 - 17:40 WIB

Polsek Cibatu Polres Garut Cek Tkp Kecelakaan Di Jalan Raya Malangbong Limbangan

Sabtu, 30 Maret 2024 - 17:58 WIB

Polsek Malangbong Evakuasi Truk Terguling

Rabu, 27 Maret 2024 - 21:19 WIB

PDAM Tirta Intan Garut Ajak Pelanggan untuk Melindungi Water Meter dari Pencurian

Senin, 11 Maret 2024 - 15:07 WIB

Langkah Preventif Perumda Air Minum Tirta Intan Garut: Menggembok Water Meter untuk Cegah Pencurian

Berita Terbaru