WARTAGARUT.COM – Ketua Umum KONI Kabupaten Garut, Subhan Rohmansyah, secara resmi membuka Kejuaraan Karate Antar Dojo (KEJURDO) Bandung Karate Club (BKC) se-Kabupaten Garut di GOR Bela Diri Ciateul, pada Sabtu, (7/2/2026).
Kejordo ini, sebagai langkah strategis menyiapkan atlet berprestasi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2030.
Pembukaan kejuaraan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan pengurus BKC Garut serta pengukuhan kembali Ridzki Ridznurdin sebagai Ketua Umum BKC Kabupaten Garut untuk periode ketiga.
Momentum ini menjadi penanda konsolidasi organisasi sekaligus penguatan arah pembinaan prestasi karate di daerah.
Subhan Rohmansyah dalam menyampaikan harapan agar kepengurusan BKC tetap solid, profesional, dan konsisten dalam membangun prestasi atlet.
“BKC harus terus menjaga kekompakan dan fokus pada pembinaan atlet. Kejurdo ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bagian dari roadmap prestasi menuju Porprov 2030,” ujar Subhan.
Ia menegaskan, KONI Garut berkomitmen mendukung penuh program pembinaan cabang olahraga karate melalui kolaborasi intensif dengan BKC, baik dalam aspek pelatihan, kompetisi, maupun manajemen atlet.
“Kami ingin memastikan atlet Garut mendapatkan pembinaan berjenjang dan berkelanjutan, sehingga siap bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional,” katanya.
Menurut Subhan, pembinaan jangka panjang menjadi kunci utama dalam mencetak atlet unggulan.
Oleh karena itu, Kejurdo BKC dinilai sebagai fondasi penting dalam memetakan potensi atlet muda sejak dini.
Ketua Umum BKC Kabupaten Garut, Ridzki Ridznurdin, menyampaikan apresiasi atas dukungan KONI Garut terhadap pengembangan karate di daerah.
Ia menilai sinergi antarorganisasi menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas prestasi.
“Kami berkomitmen menjadikan BKC Garut sebagai wadah pembinaan yang profesional dan terbuka bagi seluruh atlet berbakat,” ujar Ridzki.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Pengurus Pusat BKC mengapresiasi loyalitas dan dedikasi Ridzki Ridznurdin yang kembali dipercaya memimpin BKC Garut untuk ketiga kalinya.
“Kepercayaan ini menunjukkan konsistensi kepemimpinan. Namun yang lebih penting adalah bagaimana prestasi terus dijaga dan ditingkatkan,” katanya.
Ia menekankan bahwa kompetisi rutin dan sistem pembinaan berkelanjutan merupakan tolok ukur utama keberhasilan organisasi olahraga.
“Tanpa kompetisi yang sehat dan terjadwal, sulit melahirkan atlet yang tangguh,” ujarnya.
Selain fokus pada pembinaan prestasi, BKC Garut juga memiliki agenda strategis ke depan, termasuk persiapan perayaan hari jadi ke-60 BKC yang akan diperingati pada 16 Juni 2026.
Momentum tersebut direncanakan menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan identitas organisasi.
Melalui penyelenggaraan Kejurdo ini, BKC Garut diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai lumbung atlet karate berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
KONI Garut optimistis, dengan kolaborasi yang solid, pembinaan yang terstruktur, serta kompetisi yang berkesinambungan, atlet karate Garut dapat menjadi kekuatan utama dalam perhelatan Porprov Jawa Barat 2030 mendatang.***
Penulis : Soni Tarsoni
















