WARTAGARUT.COM– Gelar Karya “Karya Kita” yang digelar oleh Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut membuktikan bahwa calon guru tidak hanya dituntut untuk menguasai teori pembelajaran, tapi juga harus memiliki jiwa kepemimpinan dan kemampuan menciptakan transformasi nyata di dunia pendidikan.
Dalam pernyataannya, Koordinator PPG IPI Garut, Dr. Galih Abdul Fatah Maulani, M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari projek kepemimpinan—sebuah mata kuliah yang dirancang untuk membentuk guru yang adaptif, solutif, dan berorientasi pada pengembangan komunitas.
“Projek ini bukan sekadar tugas akademik, tapi panggung nyata calon guru untuk memimpin perubahan,” ujarnya dalam Sambutan acara Gelar Karya ”Karya kita”di auditorium Rektorat IPI Garut, Rabu, 28 Mei 2025.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa visi IPI Garut untuk tahun 2042 adalah menciptakan guru unggul yang mampu mengembangkan pembelajaran abad 21 yang tidak hanya teoritis, namun juga reflektif, inovatif, dan transformatif.
“Kami ingin calon guru mampu menciptakan pembelajaran bermakna, meneliti praktik terbaik, dan memimpin perubahan melalui inovasi nyata,” tambah Galih.
Sebanyak 12 kelompok mahasiswa PPG menampilkan karya inovatif mereka. Mulai dari pendekatan literasi berbasis budaya lokal, penguatan karakter berbasis komunitas, hingga pojok ekspresi siswa—semuanya menunjukkan bahwa calon guru ini bukan sekadar ‘tombak’ pendidikan, tapi juga kompas moral dan nahkoda perubahan.
“Ini bukan hanya soal teknologi, tapi tentang kemanusiaan, keberlanjutan, dan keberpihakan pada anak didik,” tutup Galih dengan penuh harap.***
Penulis : Soni Tarsoni














