Koordinator PPG IPI Garut, Dr. Galih: Guru Tak Cukup Cerdas, Harus Reflektif, Inovatif, dan Siap Pimpin Perubahan!

Rabu, 28 Mei 2025 - 16:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator PPG IPI Garut, Dr. Galih_ Guru Tak Cukup Cerdas, Harus Reflektif, Inovatif, dan Siap Pimpin Perubahan!

Koordinator PPG IPI Garut, Dr. Galih_ Guru Tak Cukup Cerdas, Harus Reflektif, Inovatif, dan Siap Pimpin Perubahan!

WARTAGARUT.COM Gelar Karya “Karya Kita” yang digelar oleh Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut membuktikan bahwa calon guru tidak hanya dituntut untuk menguasai teori pembelajaran, tapi juga harus memiliki jiwa kepemimpinan dan kemampuan menciptakan transformasi nyata di dunia pendidikan.

Dalam pernyataannya, Koordinator PPG IPI Garut, Dr. Galih Abdul Fatah Maulani, M.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari projek kepemimpinan—sebuah mata kuliah yang dirancang untuk membentuk guru yang adaptif, solutif, dan berorientasi pada pengembangan komunitas.

Baca Juga :  Guru Sains vs Kecerdasan Buatan: Kolaborasi atau Persaingan?

“Projek ini bukan sekadar tugas akademik, tapi panggung nyata calon guru untuk memimpin perubahan,” ujarnya dalam Sambutan acara Gelar Karya ”Karya kita”di auditorium Rektorat IPI Garut, Rabu, 28 Mei 2025. 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa visi IPI Garut untuk tahun 2042 adalah menciptakan guru unggul yang mampu mengembangkan pembelajaran abad 21 yang tidak hanya teoritis, namun juga reflektif, inovatif, dan transformatif.

“Kami ingin calon guru mampu menciptakan pembelajaran bermakna, meneliti praktik terbaik, dan memimpin perubahan melalui inovasi nyata,” tambah Galih.

Baca Juga :  Anak Zaman Now Belajar Kimia Lewat AI, Ini Dampaknya bagi Daya Nalar Mereka

Sebanyak 12 kelompok mahasiswa PPG menampilkan karya inovatif mereka. Mulai dari pendekatan literasi berbasis budaya lokal, penguatan karakter berbasis komunitas, hingga pojok ekspresi siswa—semuanya menunjukkan bahwa calon guru ini bukan sekadar ‘tombak’ pendidikan, tapi juga kompas moral dan nahkoda perubahan.

“Ini bukan hanya soal teknologi, tapi tentang kemanusiaan, keberlanjutan, dan keberpihakan pada anak didik,” tutup Galih dengan penuh harap.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muhammadiyah Garut Bahas Tafsir Peradaban, Dorong Al-Qur’an Jadi Panduan Hidup
Bupati Garut Siapkan Sistem Digital Pantau Absensi Siswa, Cegah ATS
63 Pendaftar, 29 Kandidat Lanjut Seleksi: Al Mashduqi Islamic School Garut Perkuat Layanan lewat Customer Service Talent Selection
37 Calon Paskibraka Garut Ditempa Fisik dan Mental Jelang 17 Agustus
Tantangan Etika Penggunaan AI dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Menengah
Dari Eksperimen Nyata ke Simulasi Digital: AI Ubah Wajah Pendidikan Sains
Riset Terbaru: AI Tingkatkan Minat Siswa terhadap Sains dan Matematika
Personalisasi Belajar Sains dengan AI: Setiap Siswa Punya Guru Privat Sendiri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Muhammadiyah Garut Bahas Tafsir Peradaban, Dorong Al-Qur’an Jadi Panduan Hidup

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:54 WIB

Bupati Garut Siapkan Sistem Digital Pantau Absensi Siswa, Cegah ATS

Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:01 WIB

37 Calon Paskibraka Garut Ditempa Fisik dan Mental Jelang 17 Agustus

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Tantangan Etika Penggunaan AI dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Dari Eksperimen Nyata ke Simulasi Digital: AI Ubah Wajah Pendidikan Sains

Berita Terbaru

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat memanfaatkan layanan Same Day Service untuk memperpanjang paspor di Kantor Imigrasi Garut, Kamis (13/8/2026).

GARUT TERKINI

Biaya Paspor di Imigrasi Garut Mulai Rp650 Ribu, Ini Jadwalnya

Kamis, 13 Agu 2026 - 16:59 WIB