WARTAGARUT.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I, menggelar Rapat Koordinasi Pendidikan Madrasah bersama seluruh Kepala Madrasah Negeri dan Kepala Tata Usaha (TU) se-Kabupaten Garut pada Selasa, 8 Juli 2025, di Aula Bawah Kantor Kemenag.
Rakor ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momen penting untuk menegaskan komitmen Kemenag Garut dalam mendorong madrasah sebagai pelopor pendidikan berbasis nilai, akuntabilitas, dan teknologi.
“Kalau kita hanya kirim staf, pesan kebijakan tidak akan sampai. Rapat seperti ini bukan sekadar datang duduk dengar, tapi harus diskusi aktif,” tegas Dr. Saepulloh saat membuka acara.
Tiga data penting menjadi syarat kehadiran peserta: data siswa baru, program Matsama (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah), dan serapan anggaran Semester I tahun 2025.
Data ini tidak hanya mencerminkan administratif semata, tetapi cerminan denyut operasional madrasah di tengah dinamika kebijakan nasional dan tantangan lokal.
“Madrasah kita harus jadi pelopor, bukan pengekor. Digitalisasi bukan soal alat, tapi cara berpikir,” tandas Saepulloh menutup acara, disambut tepuk tangan para peserta.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Garut, Dr. H. Surya Mulyana, M.Ag, turut menambahkan bahwa rakor ini merupakan sarana penting untuk membangun keterbukaan dan evaluasi menyeluruh.
“Kita ingin semua madrasah bergerak dalam satu irama. Data, anggaran, dan program harus saling mendukung. Dengan begitu, kualitas bisa ditingkatkan secara merata dan terukur,” ujar Surya.
Salah satu indikator keberhasilan PPDB ditunjukkan lewat data, seperti MAN 1 Garut yang menerima 650 siswa baru dengan komposisi seimbang gender dan latar belakang pendidikan.
Format ini menjadi alat ukur keadilan akses pendidikan sekaligus dasar kebijakan distribusi guru dan sarana.
Rakor juga menjadi ajang refleksi keuangan. “Kami sempat tertunda dalam realisasi BOS tahap pertama karena ada revisi juknis, tapi sekarang sudah terserap 90 persen,” ujar Kepala Tata Usaha MAN 2 Garut, Uud Hambali, S.Pd.I., sambil mempersiapkan laporannya.
Tak hanya evaluasi, diskusi inovatif pun terjadi. Dr. Bulan, Kepala MAN 3 Garut, menyampaikan pentingnya penguatan literasi digital dan kolaborasi antarmadrasah dalam menyongsong Semester II tahun ajaran ini.
Rakor ini menggambarkan bahwa madrasah di Garut sedang bergerak menuju transformasi institusi unggul berbasis teknologi dan nilai keislaman, menjawab visi Kementerian Agama RI dalam digitalisasi madrasah dan penguatan tata kelola pendidikan.***
Penulis : Soni Tarsoni









