WARTAGARUT.COM – Perubahan bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karsa Husada Garut menjadi Institut Kesehatan semakin dekat dengan kenyataan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., menyatakan dukungannya terhadap transformasi tersebut.
Perubahan status ini, menurutnya, mengoptimalkan fungsi perguruan tinggi dalam membina, mendidik, dan melahirkan tenaga kesehatan yang dibutuhkan di Garut, Jawa Barat, maupun nasional.
“Tentu nantinya sesuai ketentuan yang berlaku, kita akan mendukung bagaimana agar semakin optimal melakukan pembinaan dan pendidikan. Tujuannya jelas, agar menghasilkan lulusan SDM kesehatan yang memang dibutuhkan,” ungkap Prof. Brian saat berkunjung ke Kampus II STIKes Karsa Husada Garut, Pada Sabtu, 20 September 2025.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jabar-Banten, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., menegaskan STIKes Karsa Husada Garut secara substansi sudah memenuhi seluruh persyaratan. Mulai dari ketersediaan SDM dosen, hingga sarana-prasarana yang dianggap layak.
Namun, masih ada sedikit kendala administratif bukan substansial yang belum terpenuhi.
“Jika dokumen selesai dalam 1–2 minggu ke depan, SK perubahan bentuk STIKes menjadi Institut bisa segera diterbitkan. Permasalahan ini bukan substansial, karena visitasi sudah dilakukan,” jelas Lukman.
Ia memperkirakan, apabila seluruh dokumen pendukung telah lengkap, penerbitan SK maksimal memakan waktu satu bulan. Dengan begitu, transformasi STIKes Karsa Husada Garut menjadi Institut Kesehatan dapat segera terealisasi.
Perubahan status ini, menurutnya, mengoptimalkan fungsi perguruan tinggi dalam membina, mendidik, dan melahirkan tenaga kesehatan yang dibutuhkan di Garut, Jawa Barat, maupun nasional.
Penulis : Soni Tarsoni







