WARTAGARUT.COM – Rumah Makan Botram Garut memperkuat identitasnya sebagai destinasi kuliner keluarga dengan konsep tradisional modern, menawarkan paket botram khas Sunda dan berbagai pilihan menu Nusantara, western, hingga Chinese food.
Hal itu disampaikan oleh Manajer Rumah Makan Botram, Ipin Aripin, S.E., dalam paparan resminya mengenai layanan, fasilitas, serta keunggulan Botram sebagai salah satu pusat kuliner terbesar di Garut.
Ia mengungkapkan bahwa sejak awal dirancang untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dan keluarga yang mencari pengalaman makan bernuansa tradisional namun tetap modern.

Beroperasi setiap hari pukul 08.00–22.00 WIB, Botram kini menjadi titik singgah utama wisatawan luar daerah, terutama dari Bandung dan Jabodetabek
Ipin menjelaskan bahwa menu favorit Botram ada pada paket botram yang disajikan di atas alas daun pisang.
“Paketnya tersedia untuk 4 orang, 6 orang, sampai 10 orang. Ini menu andalan kami, konsep makan bareng ala Sunda, jadi tamu bisa menikmati kebersamaan sambil menikmati makanan tradisional,” ujarnya saat ditemui di Rumah Makan Botram, Jalan Otista, Kampung Cileungsing, Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Pada Senin, 24 November 2025.
Selain paket khas Sunda, Botram juga memiliki berbagai pilihan ala carte, seperti sate maranggi, ayam garang asem, domba garang asem, gurame bakar, hingga gurame cobek.
Untuk tamu dengan preferensi berbeda, tersedia pula menu Chinese food dan western food yang lengkap.
“Kami ingin semua tamu merasa cocok, jadi menu tradisional tetap jadi andalan, tapi pilihan lainnya tetap lengkap,” kata Ipin.
Tidak hanya itu, kata Ipin Aripin, Rumah Makan Botram juga menyediakan menu prasmanan siap saji untuk tamu yang membutuhkan layanan cepat.
“Kalau tamunya terburu-buru, tinggal pilih display siap saji. Tapi kalau ingin nyantai, bisa pesan ala carte,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa untuk rombongan besar, Botram menawarkan paket catering mulai dari Rp35.000, serta mampu menampung hingga 500–700 orang dengan kombinasi kursi dan area lesehan.
“Kami punya 5 saung, 11 lesehan, dan area lesehan lantai dua untuk kapasitas 50 orang,” tambahnya.
Tak hanya itu, kata Ipin, Rumah Makan Botram juga terkenal dengan Kopi Botram, terutama menu best seller Es Kopi Susu Botram.
“Alhamdulillah kopi kami sangat dicari. Banyak tamu datang khusus untuk mencoba kopi botram,” ungkapnya.
Keunggulan lain Botram adalah fasilitas lengkap untuk acara besar.
“Kami juga punya ballroom dengan kapasitas 500 orang untuk teater, atau 150 orang untuk round table. Cocok untuk wedding, perpisahan, tunangan, gathering, dan meeting,” kata Ipin.
Sementara untuk Area parkir menjadi nilai tambah penting, mampu menampung 30–40 mobil kecil di depan dan hingga 80 bus di area belakang, yang terhubung langsung dengan pusat oleh-oleh SBR, yang menjadi bagian dari komplek Botram.
Sebagai penunjang kenyamanan, kata Ia, Rumah Makan Botram menyediakan 6 toilet, mushala dua lantai, serta fasilitas WiFi di berbagai titik. Bagi pengunjung keluarga, tersedia juga playground anak, yang menjadi daya tarik besar.
“Anak-anak bisa main dengan tenang, orang tua makan sambil nyantai. Playground-nya gratis,” ujar Ipin.
Botram juga menyediakan fasilitas live karaoke YouTube yang dapat digunakan tamu setiap hari, kecuali jika sedang dipakai rombongan yang memesan full stage.
“Kami fleksibel, mau karaoke biasa, elekton, atau request lainnya bisa kami sediakan,” jelasnya.
Untuk pengalaman visual, pengunjung bisa menikmati view Gunung Guntur langsung dari area belakang.
Bahkan, Botram menjadi titik awal populer untuk aktivitas off-road jeep wisata.
“Tamu bisa mulai dari sini, makan siang, lalu berangkat jeep ke area wisata,” katanya.
Ipin menegaskan bahwa Botram mengusung konsep tradisional modern, menggabungkan suasana Sunda dengan sentuhan fasilitas lengkap.
“Bangunan tinggi dengan atmosfer nyaman ini jadi daya tarik sendiri. Ditambah pelayanan excellent service, tamu biasanya betah berlama-lama,” ujarnya.
Ia menutup dengan ajakan kepada wisatawan luar daerah maupun warga Garut untuk merasakan pengalaman kuliner lengkap di Botram.
“Sayang sekali kalau ke Garut tidak mampir ke Botram dan ke SBR. Semua lengkap di satu kawasan.”pungkasnya.
Penulis : Soni Tarsoni














