WARTAGARUT.COM – Di tengah prosesi sakral pernikahannya, Putri Karlina, Wakil Bupati Garut sekaligus mempelai wanita, membagikan momen paling emosional yang menyentuh hati banyak orang: ungkeman (sungkeman) kepada kedua orang tua dan ayah mertua tercinta.
Sambil menahan air mata, Putri Karlina mengungkapkan betapa pelukan hangat dari sang Mama, Papa, dan Papa Mertua menjadi sumber kekuatan yang luar biasa bagi dirinya dan suami, Maula Akbar Mulyadi Putra.
“Sungkeman sama Mama Papa, dan juga Papa Mertua, jadi momen yang campur aduk: bahagia, terharu, dan penuh rasa syukur. Saat itu aku benar-benar minta restu dan maaf atas segala khilaf selama ini,” tutur Putri Karlina dengan suara bergetar.
Tak ada kata yang mampu menggambarkan besarnya cinta dan pengorbanan orang tua. Di hadapan keluarga besar, momen itu menjadi simbol pengikhlasan dan restu, sekaligus penguat langkah Putri Karlian dan Maula Akbar memasuki kehidupan rumah tangga.
“Peluk erat dari Mama Papa dan Papa Mertua itu bener-bener kekuatan terbesar buat aku dan A Maula,” ungkap Putri Karlina.
Momen sungkeman itu bukan hanya formalitas budaya, tapi ritual spiritual penuh makna, tempat anak memohon ridho dan orang tua mengalirkan doa terbaik.
“Semoga kami bisa selalu jadi anak yang membanggakan, dan rumah tangga kami selalu diberkahi berkat doa tulus dari kedua belah pihak orang tua. Makasih banyak ya, Mama Papa, dan Papa Mertua, atas segalanya. Love you so much,” tambah Putri.
Di era yang semakin modern, Putri Karlina menunjukkan bahwa nilai-nilai luhur seperti sungkeman masih menjadi tradisi yang sakral dan menguatkan, terutama dalam fase penting seperti pernikahan.
Penulis : Soni Tarsoni

















