WARTAGARUT.COM – Murid MAN 1 Garut, Zia Ziadatul Khoirunnisa, berhasil menerbitkan novel pertamanya berjudul “Jerat Skenario Anak SMA”. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan keluarga besar madrasah sekaligus bukti bahwa pelajar mampu menghasilkan karya yang bernilai.
Kepala MAN 1 Garut, Drs. H. Sarip Asbuloh, M.PMat., menyampaikan apresiasi atas capaian siswinya tersebut.
Menurutnya, keberhasilan menerbitkan novel menunjukkan bahwa proses belajar di sekolah tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga mampu melahirkan kreativitas dan karya nyata.
“Terbitnya novel ini membuktikan bahwa semangat belajar, kreativitas, dan keberanian untuk berkarya dapat menghasilkan sesuatu yang membanggakan,” ujar H. Sarip Asbuloh.
Ia berharap pencapaian Zia menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi di berbagai bidang, termasuk dunia literasi.
“Kami berharap prestasi ini menginspirasi siswa lain agar berani menuangkan ide melalui tulisan dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Literasi Jadi Bekal Penting Generasi Muda
Sarip menilai budaya menulis perlu terus diperkuat di lingkungan pendidikan. Menurutnya, setiap karya tulis memiliki nilai lebih karena mampu menyampaikan gagasan, memperluas wawasan, sekaligus memberikan pengaruh positif kepada pembaca.
“Teruslah berkarya, karena setiap tulisan memiliki kekuatan untuk menginspirasi, menyampaikan pesan, bahkan membawa perubahan,” ungkapnya.
Keberhasilan menerbitkan novel sejak masih duduk di bangku madrasah juga menjadi contoh bahwa usia muda bukan hambatan untuk berkarya. Dengan dukungan sekolah, keluarga, dan kemauan belajar, pelajar dapat menghasilkan karya yang memiliki nilai edukatif maupun inspiratif.
Novel “Jerat Skenario Anak SMA” kini telah tersedia dan dapat dipesan melalui Penerbit Lovrinz, sehingga masyarakat yang ingin mengenal karya perdana Zia dapat memperolehnya secara resmi.
Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen MAN 1 Garut dalam mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga produktif, kreatif, dan aktif menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi banyak orang.
Penulis : Soni Tarsoni

















Komentar