WARTAGARUT.COM — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa MUI memiliki peran fundamental sebagai pelayan umat, mitra pemerintah, penyangga moral bangsa, dan pengawal kerukunan umat beragama.
Dengan mengangkat tema “Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Memperkokoh Islam Wasathiyah”, Musda XI menjadi momentum penting untuk memperkuat peran ulama dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat moderasi beragama.
Hal ini disampaikan saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut berlangsung di Hotel Santika Garut pada Selasa, 18 November 2025.
“Sesuai namanya, Majelis Ulama Indonesia berisi orang-orang berilmu dan beradab. MUI berperan sebagai penerang umat dengan ilmu dan memperkokoh peradaban bangsa.”
Ia menjelaskan sejumlah peran utama MUI yang menjadi penopang pembangunan nasional, antara lain, Pelayan umat (khadimul ummah), Mitra pemerintah (shodiqul hukumah), Pembimbing dan pemberi fatwa keagamaan, Penyangga moral dan peradaban bangsa, Penjaga kerukunan umat beragama, Wadah koordinasi dan katalisator antar ormas Islam, Pengawal kebijakan agar sesuai nilai dan syariat, Jembatan komunikasi antara ulama dan umara.
Dr. Saepulloh berharap Musda XI menghasilkan kepemimpinan MUI yang semakin kuat dalam sinergi lintas sektor.
“Harapan kami, MUI dapat melahirkan kepemimpinan yang bersinergi dengan pemerintah daerah, dengan ormas Islam, dengan umat, dan dengan Kementerian Agama. MUI adalah perekat umat dan penyangga persatuan bangsa.”
Ia menilai bahwa MUI sangat berperan dalam mewujudkan kerukunan umat beragama, toleransi, saling menghormati, dan saling menghargai.
“Perbedaan itu tumbuh dan berkembang sebagai landasan persatuan. Tidak mungkin ada persatuan tanpa perbedaan.”katanya.
Dr. Saepulloh menjelaskan bahwa Kementerian Agama tidak bisa dipisahkan dari MUI.
“Kementerian Agama lahir dari para ulama dan tokoh. Kemenag adalah anak dari MUI. Maka kami akan selalu bergandengan tangan membangun program-program keumatan.”
Ia menegaskan sinergi ini akan terus diperkuat dalam menjalankan kebijakan keagamaan nasional, termasuk edukasi, bimbingan umat, dan pelayanan publik berbasis kerukunan.
H. Saepulloh juga menegaskan bahwa peran MUI ke depan tidak hanya berbicara soal kerukunan atau fatwa keagamaan.
“MUI harus berinovasi. Ekspansi ke bidang ekonomi, UMKM, dan kesehatan umat sangat penting. Kita ingin umat sejahtera, sehat lahir batin, dan ekonominya kuat.”
Ia menekankan bahwa umat yang sejahtera akan lebih tenang, damai, dan khusyuk dalam beribadah.
Menutup keterangannya, Kepala Kemenag Garut menyampaikan harapan besar terhadap hasil Musda XI.
“Mudah-mudahan Musda ini menjadi wahana merancang program lima tahun ke depan untuk kemajuan MUI Kabupaten Garut. Terus berjuang, terus berinovasi untuk keumatan.”
Ia juga mengucapkan selamat atas penyelenggaraan Musda XI MUI Garut.
“Selamat Musda XI MUI Kabupaten Garut. Semoga kita semua menjadi insan yang terbaik di zamannya.”pungkasnya.***
Musda XI MUI Garut! Kepala Kemenag Garut Tegaskan MUI Penyangga Moral Bangsa
Penulis : Soni Tarsoni












