WARTAGARUT.COM – Dalam momentum Sidang Senat Terbuka Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, yang digelar di halaman kampus pada Rabu (8/10/2025), Rektor IPI Garut, Prof. Dr. H. Nizar Alam Hamdani, M.M., M.T., M.Si., M.Kom., menyampaikan pesan mendalam kepada ribuan mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026.
Prof. Nizar menegaskan dunia pendidikan menghadapi tantangan besar di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Ia menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kompetensi teknologi, kemampuan adaptif, kreativitas, dan etika digital sebagai bekal menghadapi perubahan global.
“Sekarang pilihan kita hanya dua: change or die — berubah atau mati. Dunia industri dan pendidikan kini dituntut untuk bertransformasi, terutama dengan hadirnya AI, otomasi, internet of things, dan robotik,” ujar Prof. Nizar di hadapan peserta PKKMB IPI Garut 2025/2026.
Menurutnya, mahasiswa harus mampu menguasai teknologi sekaligus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Adaptif terhadap perubahan adalah kunci agar tidak tertinggal dalam arus modernisasi.
“Adaptif berarti terus belajar dari setiap perubahan, dari organisasi, dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Mahasiswa harus siap berinovasi, sebab inovasi lahir dari kreativitas dan menjadi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor IPI Garut juga mengingatkan pentingnya etika sosial dan moral digital dalam pemanfaatan teknologi.
“Di kampus, kita tidak hanya belajar cara menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana menerapkannya secara etis dan bertanggung jawab di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dengan semangat ini, IPI Garut berkomitmen mencetak lulusan yang berdaya saing, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa.***
Penulis : Soni Tarsoni

















