WARTAGARUT.COM – Anggota DPRD Kabupaten Garut, Hj. Mila Meliana, SE., M.Si., memberikan tanggapan positif atas peresmian revitalisasi satuan pendidikan di lingkungan Perguruan Muhammadiyah Garut Kota oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang digelar di Lapangan SD Muhammadiyah 4 Garut, Kamis (8/1/2026).
Hj. Mila Meliana menilai program revitalisasi tersebut merupakan langkah konkret pemerintah pusat dalam menjawab kebutuhan pendidikan yang layak, aman, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk lembaga pendidikan swasta berbasis keagamaan.
“Revitalisasi ini menunjukkan keberpihakan negara terhadap pendidikan bermutu untuk semua. Sekolah swasta seperti Muhammadiyah juga mendapatkan perhatian yang adil, dan ini sangat penting bagi pemerataan kualitas pendidikan di daerah,” ujar Mila.
Menurutnya, selesainya revitalisasi 156 satuan pendidikan di Kabupaten Garut dengan total anggaran Rp133,94 miliar merupakan capaian strategis yang patut diapresiasi.
Mila menekankan bahwa pelaksanaan revitalisasi dengan skema swakelola memberikan dampak positif yang nyata di lapangan, baik dari sisi kualitas bangunan maupun pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Skema swakelola ini bukan hanya mempercepat penyelesaian pembangunan, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal. Artinya, program pendidikan ini sekaligus berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas guru yang berjalan seiring dengan pembangunan fisik sekolah.
Menurutnya, kebijakan peningkatan kesejahteraan guru non-ASN, insentif guru honorer, serta berbagai program pelatihan merupakan fondasi penting dalam menciptakan pembelajaran yang bermutu.
“Pendidikan tidak cukup hanya dengan gedung yang bagus. Guru adalah kunci. Ketika kesejahteraan dan kompetensi guru ditingkatkan, kualitas pembelajaran di kelas akan ikut terangkat,” ujar Mila.
Lebih lanjut, Mila menilai program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebagai terobosan yang relevan untuk mempercepat peningkatan kualifikasi akademik guru, khususnya bagi mereka yang telah lama mengabdi namun belum memiliki ijazah D4 atau S1.
“Pengakuan pengalaman mengajar sebagai satuan kredit adalah kebijakan yang adil dan realistis. Ini memberi kesempatan luas bagi guru untuk berkembang tanpa meninggalkan tugas utamanya,” tuturnya.
Sebagai wakil rakyat, Mila berharap keberlanjutan program revitalisasi sekolah dapat terus diperluas, terutama di wilayah-wilayah yang masih memiliki keterbatasan sarana pendidikan.
“Kami di DPRD tentu mendorong agar program ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di Garut. Pendidikan yang layak adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah,” pungkas Hj. Mila Meliana.***
Penulis : Soni Tarsoni








