SOSOK Maman Suherman Preman Pensiun, Badannya Raksasa Tapi Tumbang Karena Ini!

Selasa, 31 Maret 2026 - 17:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SOSOK Maman Suherman Preman Pensiun, Badannya Raksasa Tapi Tumbang Karena Ini!

SOSOK Maman Suherman Preman Pensiun, Badannya Raksasa Tapi Tumbang Karena Ini!

WARTAGARUT.COM – Sosok Maman Suherman dalam sinetron Preman Pensiun musim pertama menjadi karakter paling mencolok berkat postur tubuhnya yang besar dan sangar, namun justru tumbang akibat pelanggaran aturan fatal yang berujung pada kejatuhannya dari dunia preman.

Dalam alur cerita, Maman Suherman dikenal sebagai anak buah kepercayaan Kang Bahar. Ia memegang peran penting sebagai Ketua Bagian Jalanan yang bertugas mengatur setoran serta menjaga stabilitas wilayah dari gangguan kelompok lain.

Secara fisik, Maman digambarkan sebagai sosok yang sangat dominan. Tubuhnya tinggi besar, berotot, dan kerap mengenakan kaos singlet yang semakin menegaskan kesan garang.

Kehadirannya di lapangan sering kali cukup untuk membuat lawan berpikir dua kali sebelum bertindak.

Baca Juga :  Wisata Garut Makin Ramai, Pajak Perhotelan Tumbuh 47,17 Persen

Di bawah komandonya, terdapat sejumlah preman lain, termasuk Ujang Rambo yang saat itu masih berada di level junior.

Maman dikenal tegas dalam menjalankan tugas, sekaligus menjadi simbol kekuatan di struktur organisasi jalanan yang dipimpin Kang Bahar.

Namun di balik kekuatannya, karakter ini menyimpan sisi gelap yang menjadi titik balik kejatuhannya.

Kang Bahar memiliki prinsip tegas dalam memimpin: tidak boleh menyakiti orang yang tidak bersalah, terutama perempuan.

Pelanggaran terhadap aturan tersebut menjadi awal kehancuran Maman.

Ia diceritakan melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, sebuah tindakan yang bertentangan langsung dengan kode etik kelompok.

Mengetahui hal tersebut, Kang Bahar mengambil tindakan tegas tanpa kompromi. Maman dihajar sebagai bentuk disiplin hingga mengalami cedera serius, termasuk patah tulang rusuk.

Baca Juga :  Milad 1 Tahun PT Surya Garut Abadi, Muhammadiyah Garut Dorong Bisnis Berkelanjutan

Peristiwa itu menjadi momen krusial yang mengubah nasibnya.

Sosok yang sebelumnya disegani berubah menjadi figur yang tersingkir dari lingkaran kekuasaan jalanan, bahkan dikisahkan menghilang karena rasa takut dan malu.

Karakter Maman Suherman menjadi representasi bahwa kekuatan fisik tidak cukup untuk mempertahankan posisi dalam struktur kekuasaan.

Kepatuhan terhadap aturan dan nilai moral tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberlangsungan seseorang di dalam sistem tersebut.

Kisahnya sekaligus menjadi pesan kuat bahwa di balik penampilan yang sangar, setiap individu memiliki titik lemah yang dapat menjatuhkan dirinya sendiri,

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

10 Nama Lolos Seleksi Pimpinan BAZNAS Garut 2026-2031, Ini Daftarnya
Kasus Rekening Donasi Pati: Benarkah Bank Bisa Blokir Saldo Nasabah?
Polres Garut dan PLN Resmikan SPKLU, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik
Prof. Haedar Nashir Raih Achmad Bakrie 2026, Ini Tanggapan PDM Garut
Unik! Hari Kemerdekaan Indonesia di Bale Khitan Paseban, 17 Anak Upacara Sebelum Khitan
24 Peserta Lolos Seleksi BAZNAS Garut, 5 Kursi Pimpinan Jadi Rebutan
Biaya Paspor di Imigrasi Garut Mulai Rp650 Ribu, Ini Jadwalnya
Lomba Mewarnai Fruitcity Garut Dibuka, Anak Dapat Main Gratis 1 Jam

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:47 WIB

10 Nama Lolos Seleksi Pimpinan BAZNAS Garut 2026-2031, Ini Daftarnya

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Kasus Rekening Donasi Pati: Benarkah Bank Bisa Blokir Saldo Nasabah?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Polres Garut dan PLN Resmikan SPKLU, Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Prof. Haedar Nashir Raih Achmad Bakrie 2026, Ini Tanggapan PDM Garut

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:39 WIB

Unik! Hari Kemerdekaan Indonesia di Bale Khitan Paseban, 17 Anak Upacara Sebelum Khitan

Berita Terbaru