Sukseskan Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa Kemenag RI! Kemenag Garut Tanam Ribuan Pohon Hingga Akhir 2025

- Jurnalis

Selasa, 22 April 2025 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukseskan Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa Kemenag RI! Kemenag Garut Tanam Ribuan Pohon Hingga Akhir 2025

Sukseskan Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa Kemenag RI! Kemenag Garut Tanam Ribuan Pohon Hingga Akhir 2025

WARTAGARUT.COM – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Internasional ke-55 yang jatuh pada 22 April 2025, Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan Program Ekoteologi dan Gerakan Nasional Penanaman 1 Juta Pohon Matoa secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., MM.Pd.I., melalui Kepala Sub Bagian Tata Usaha, H. Endang Sutiana, S.Ag., menyampaikan bahwa Garut mendapat kuota minimal 3.014 pohon matoa yang harus ditanam hingga akhir tahun 2025.

“Ini bukan hanya simbolik, kami ditargetkan menanam 3.014 pohon di 70 lokasi, mulai dari KUA, madrasah negeri, hingga pondok pesantren,” ujar H. Endang saat ditemui dalam Acara Penanaman Pohon Matoa di MAN 2 Garut, Pada Selasa, 22 April 2025.

Ia menerangkan bahwa pohon maota itu di tanam di 42 KUA, 15 madrasah negeri, dan 13 pondok pesantren.

selain itu kata H.Endang bahwa gerakan penanaman 1 juta pohon matoa ini merupakan implementasi dari Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden ke-8 dalam membangun harmoni antara spiritualitas dan ekologi.

“pohon matoa dipilih Karena jenis ini memiliki akar yang kuat, bisa mencegah longsor, dan buahnya bernilai ekonomi tinggi,” lanjut H. Endang.

Selain itu, Kemenag Garut juga mendukung surat edaran Gubernur Jawa Barat yang mendorong calon pengantin (catin) untuk menanam pohon sebagai bentuk kontribusi pada lingkungan.

“Kita ingin agar program penanaman pohon ini menjadi gerakan berkelanjutan. Tidak hanya menanam, tapi juga merawat dan memetik hasilnya, baik dari sisi ekologis maupun ekonomis,” tegas Endang.

Gerakan Ekoteologi ini juga menegaskan peran lembaga agama dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga bumi sebagai bagian dari ibadah.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

BMKG Peringatkan Cuaca Panas dan Hujan Lebat Masih Mengancam hingga Pertengahan Mei 2026
Ketua Umum PBNU Gus Yahya Kunjungi Al Musaddadiyah Garut, Teguhkan Sinergi Keulamaan dan Pendidikan Pesantren
CSR Astra Bangun 85 Rumah Gratis bagi Petani Kopi di Pakenjeng dan Cikajang
Hari Kartini 2026, Ketua TP PKK Cihurip Ajak Perempuan Tetap Optimistis
Dr. Agustine Merdekawati Ajak Perempuan Indonesia Terus Berkarya di Hari Kartini 2026
Ribuan Koi Meriahkan Garut Young Koi Show 2026, Peserta Datang dari Jakarta hingga Balikpapan
PDAM Tirta Intan Garut Bantu Perbaiki Rumah Ibu Novi, Kolaborasi Lawan Kemiskinan Ekstrem
Jaga Kontinuitas Layanan, Perumda Tirta Intan Garut Kirim Air ke Area Terdampak
Berita ini 145 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 21:44 WIB

BMKG Peringatkan Cuaca Panas dan Hujan Lebat Masih Mengancam hingga Pertengahan Mei 2026

Sabtu, 2 Mei 2026 - 16:29 WIB

Ketua Umum PBNU Gus Yahya Kunjungi Al Musaddadiyah Garut, Teguhkan Sinergi Keulamaan dan Pendidikan Pesantren

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:45 WIB

CSR Astra Bangun 85 Rumah Gratis bagi Petani Kopi di Pakenjeng dan Cikajang

Selasa, 21 April 2026 - 14:17 WIB

Hari Kartini 2026, Ketua TP PKK Cihurip Ajak Perempuan Tetap Optimistis

Selasa, 21 April 2026 - 14:02 WIB

Dr. Agustine Merdekawati Ajak Perempuan Indonesia Terus Berkarya di Hari Kartini 2026

Berita Terbaru

error: Content is protected !!