WARTAGARUT.COM — Wakil Bupati Garut, drg. Hj. Luthfianisa Putri Karlina, M.BA., melakukan kunjungan silaturahmi ke Desa Tanjungmulya sebagai bentuk komitmen Pemkab Garut dalam menyerap langsung aspirasi masyarakat di wilayah pelosok.
Dalam pertemuan hangat tersebut, Teh Putri, sapaan akrabnya, berdialog dengan warga mengenai berbagai tantangan infrastruktur yang menghambat aktivitas harian, mulai dari akses anak-anak menuju sekolah hingga distribusi hasil pertanian.
“Saya mendengar langsung keluhan warga soal kondisi jalan dan jembatan. Ini akan jadi perhatian khusus pemerintah. Harapan kita, pembangunan nanti berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan nyata masyarakat, bukan kepentingan personal atau kelompok,” ujar Teh Putri di hadapan warga, Minggu (9/6/2025).
Salah satu aspirasi warga datang dari kelompok ibu-ibu yang menyoroti sulitnya akses anak-anak sekolah karena rusaknya jalan dan belum tuntasnya pembangunan jembatan Wareng. Selain itu, mobil desa, mobil siaga, hingga ambulance yang belum tersedia turut menyulitkan akses layanan kesehatan.
“Sudah ada jembatan Wareng yang dibangun sejak 2022, namun belum selesai karena sempat rusak akibat bencana di 2024. Saat ini tinggal 500 meter yang belum diurug. Kami akan koordinasikan kembali dengan PUPR agar pembangunan segera dilanjutkan,” jelas Teh Putri.
Masyarakat juga berharap status jalan desa bisa dialihkan menjadi jalan kabupaten agar bisa diperhatikan dalam anggaran APBD. Hal ini krusial karena kondisi jalan memengaruhi harga jual komoditas seperti cabai, kelapa, cengkeh, dan pisang.
Teh Putri meminta kepala desa menyusun rancangan pembangunan untuk 6 tahun ke depan berbasis kebutuhan masyarakat, bukan dorongan politis atau kecenderungan menjatuhkan pihak lain.
“Pembangunan harus jadi proses kolaboratif. Perubahan yang nyata hanya bisa dicapai jika semua pihak bersinergi — masyarakat, pemerintah, dan tokoh lokal,” pungkasnya.***
Penulis : Soni Tarsoni













