H Enjang Tedi Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak: Tekankan Pentingnya Upaya Preventif Kekerasan Anak

- Jurnalis

Rabu, 31 Juli 2024 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

H Enjang Tedi Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak: Tekankan Pentingnya Upaya Preventif Kekerasan Anak

H Enjang Tedi Sosialisasikan Perda Perlindungan Anak: Tekankan Pentingnya Upaya Preventif Kekerasan Anak

WARTAGARUT.COM – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PA, H Enjang Tedi, S.sos., M.Sos, melaksanakan kegiatan sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak di Garut.

Dalam kegiatan ini, ia menekankan bahwa sosialisasi Perda perlindungan anak harus terus dilakukan mengingat kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Garut masih sering terjadi.

“Sosialisasi Perda ini sangat penting karena kasus kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun seksual, masih sering terjadi di Kabupaten Garut,” ujar H Enjang Tedi dalam sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak, di Gedung Dakwah Aisyiyah Garut, pada Selasa, 31 Juli 2024.

Baca Juga :  BNPB Minta Warga Menjauh dari Pantai Setelah Gempa M 7,7 Filipina

Ia mengungkapkan bahwa salah satu contoh terbaru adalah kasus di Kecamatan Peundeuy, di mana seorang guru les komputer melakukan kekerasan seksual terhadap anak didiknya.

H Enjang Tedi menyampaikan keprihatinannya terhadap berulangnya kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang dewasa.

Ia juga mempertanyakan peran Pemerintah Kabupaten Garut dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.

“Ini sudah berulang kali terjadi, tapi yang muncul hanya upaya penindakan setelah kejadian. Seharusnya ada langkah-langkah preventif dari pemerintah daerah untuk mencegah kekerasan terhadap anak,” tegasnya.

Baca Juga :  Catat! Ini Jadwal KA Cikuray Garut-Pasar Senen dengan Rangkaian Baru

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Garut mengambil langkah konkret untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan agar kekerasan terhadap anak tidak terus berulang.

“Jika banyak terjadi kasus kekerasan anak, maka kita khawatir generasi emas 2045 tidak akan tercapai,” pungkasnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, H Enjang Tedi berharap masyarakat, terutama para mubaligh dan tokoh masyarakat, dapat lebih berperan aktif dalam menyampaikan pesan-pesan perlindungan anak.

Upaya preventif yang kuat diharapkan dapat mengurangi angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Garut.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Garut Incar Jadi Pusat Sport Tourism, Liga Jabar U-12 Datangkan 32 Tim dari 6 Daerah
Gowes dari Garut ke Mekkah, Ada Misi Besar yang Dibawa Asep Akung
SMK Muhammadiyah Garut Salurkan Daging Dam Haji 2026 dari BAZNAS Pusat untuk Warga
KH Muhammad Nuh Addawami: Ijazah Bukan Akhir, Lulusan MTs Nurul Huda Diminta Terus Menuntut Ilmu
Catat! Ini Jadwal KA Cikuray Garut-Pasar Senen dengan Rangkaian Baru
KA Cikuray Kembali ke Akar Sejarah Garut, Apa yang Akan Terjadi pada Distribusi Komoditas?
Bupati Garut Pastikan Gaji PPPK Aman, Namun Ada Prioritas Anggaran yang Berubah
1.000 Calon Pengantin Ikuti Bimwin Kemenag Garut, Kepala Kemenag Ungkap 3 Kunci Keluarga Sakinah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:42 WIB

Garut Incar Jadi Pusat Sport Tourism, Liga Jabar U-12 Datangkan 32 Tim dari 6 Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:46 WIB

Gowes dari Garut ke Mekkah, Ada Misi Besar yang Dibawa Asep Akung

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:05 WIB

KH Muhammad Nuh Addawami: Ijazah Bukan Akhir, Lulusan MTs Nurul Huda Diminta Terus Menuntut Ilmu

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:59 WIB

Catat! Ini Jadwal KA Cikuray Garut-Pasar Senen dengan Rangkaian Baru

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:00 WIB

KA Cikuray Kembali ke Akar Sejarah Garut, Apa yang Akan Terjadi pada Distribusi Komoditas?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!