Mulai 1 Juni! Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Larang Pelajar Keluar Malam, Ini Alasan Mengejutkan dari KDM

- Jurnalis

Jumat, 30 Mei 2025 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mulai 1 Juni! Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Larang Pelajar Keluar Malam, Ini Alasan Mengejutkan dari KDM (poto: humas Pemprov Jabar)

Mulai 1 Juni! Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi Larang Pelajar Keluar Malam, Ini Alasan Mengejutkan dari KDM (poto: humas Pemprov Jabar)

WARTAGARUT.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akan memberlakukan kebijakan jam malam bagi pelajar mulai 1 Juni 2025.

Aturan ini diberlakukan sebagai respons atas meningkatnya kekerasan di kalangan siswa, termasuk insiden tawuran antar murid SD yang terjadi di Depok.

“Aturan ini hanya untuk pelajar. Mulai pukul 21.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB, mereka tidak diperbolehkan berkeliaran tanpa alasan jelas,” ujar Dedi usai memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia, Selasa (27/5/2025).

Kebijakan ini, menurut Dedi, bertujuan untuk melindungi generasi muda dari potensi bahaya di luar rumah, khususnya pada malam hari.

Baca Juga :  Shin Tae-yong Resmi Latih Persija, Era Baru Macan Kemayoran Dimulai

Ia menambahkan, langkah ini diambil setelah penandatanganan MoU bersama Polda Jabar dan Polda Metro Jaya guna memperkuat sinergi pengamanan di wilayah Jawa Barat.

“Saya akan berlakukan kebijakan, misalnya anak sekolah tidak boleh nongkrong di luar rumah setelah pukul 20.00 pada hari belajar. Ini penting,” tegas Dedi.

Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri, masih mempertimbangkan kebijakan tersebut. Menurutnya, penerapan jam malam perlu disesuaikan dengan kondisi lokal.

Baca Juga :  Hwang In-beom Jadi Titik Balik, Korea Selatan Bangkit Kalahkan Ceko di Piala Dunia 2026

“Saya belum bisa menyimpulkan apakah Depok perlu jam malam. Harus didalami dulu dengan Forkopimda,” jelasnya.

Jam malam ini tidak berlaku absolut. Ada pengecualian, seperti kegiatan sekolah resmi, ibadah, atau keadaan darurat. Orang tua juga diimbau aktif mengawasi anak-anak mereka.

“Kami harap orang tua turut serta menjaga. Pendidikan itu bukan hanya di sekolah, tapi juga di rumah,” tambah Dedi.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Garut Incar Jadi Pusat Sport Tourism, Liga Jabar U-12 Datangkan 32 Tim dari 6 Daerah
Gowes dari Garut ke Mekkah, Ada Misi Besar yang Dibawa Asep Akung
SMK Muhammadiyah Garut Salurkan Daging Dam Haji 2026 dari BAZNAS Pusat untuk Warga
KH Muhammad Nuh Addawami: Ijazah Bukan Akhir, Lulusan MTs Nurul Huda Diminta Terus Menuntut Ilmu
Catat! Ini Jadwal KA Cikuray Garut-Pasar Senen dengan Rangkaian Baru
KA Cikuray Kembali ke Akar Sejarah Garut, Apa yang Akan Terjadi pada Distribusi Komoditas?
Bupati Garut Pastikan Gaji PPPK Aman, Namun Ada Prioritas Anggaran yang Berubah
1.000 Calon Pengantin Ikuti Bimwin Kemenag Garut, Kepala Kemenag Ungkap 3 Kunci Keluarga Sakinah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:42 WIB

Garut Incar Jadi Pusat Sport Tourism, Liga Jabar U-12 Datangkan 32 Tim dari 6 Daerah

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:17 WIB

SMK Muhammadiyah Garut Salurkan Daging Dam Haji 2026 dari BAZNAS Pusat untuk Warga

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:05 WIB

KH Muhammad Nuh Addawami: Ijazah Bukan Akhir, Lulusan MTs Nurul Huda Diminta Terus Menuntut Ilmu

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:59 WIB

Catat! Ini Jadwal KA Cikuray Garut-Pasar Senen dengan Rangkaian Baru

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:00 WIB

KA Cikuray Kembali ke Akar Sejarah Garut, Apa yang Akan Terjadi pada Distribusi Komoditas?

Berita Terbaru

error: Content is protected !!