KLB Keracunan MBG di Garut: 299 Pasien, Anggota DPRD Jabar, Ceng Malki Desak Evaluasi

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLB Keracunan MBG di Garut: 299 Pasien, Anggota DPRD Jabar, Ceng Malki  Desak Evaluasi

KLB Keracunan MBG di Garut: 299 Pasien, Anggota DPRD Jabar, Ceng Malki Desak Evaluasi

WARTAGARUT.COM – Kasus KLB Dugaan Keracunan Makanan di Kadungora Garut terus bertambah hingga mencapai 299 pasien. Data terbaru ini disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melalui Diskominfo pada Kamis (2/10/2025) pukul 06.00 WIB.

Kepala Dinas Kesehatan Garut, dr. Leli Yuliani, menjelaskan pasien berasal dari empat sekolah penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), yakni SDN 3 Talagasari, SMPN 1 Kadungora, SMP PGRI, dan SMA Annisa Kadungora.

Hingga Kamis (2/10/2025), total pasien KLB Kadungora mencapai 299 orang. Rinciannya, 147 pasien tercatat pada Selasa, 139 pasien baru pada Rabu, dan 13 pasien baru pada Kamis.

Sebanyak 34 pasien masih menjalani perawatan, terdiri atas 27 pasien di Puskesmas Leles, 1 pasien di Puskesmas Kadungora, dan 6 pasien di RSUD. Sementara itu, 265 pasien lainnya sudah pulang dalam kondisi sehat.

“Alhamdulillah sebagian besar pasien sudah pulang dalam kondisi baik. Saat ini hanya tersisa 34 pasien yang masih dirawat,” ungkap dr. Leli Yuliani.

Menanggapi kasus ini, Anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Barat sekaligus Anggota Komisi V, H. Aceng Malki, menyampaikan rasa prihatin sekaligus mendesak adanya evaluasi total pada pelaksanaan program MBG.

“Saya prihatin sekaligus sedih bercampur marah. Ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga mengorbankan anak bangsa. Program MBG ini niatnya baik, tapi pelaksanaan di lapangan sangat jauh dari profesional. Alih-alih bergizi, malah jadi beracun,” tegas Ceng Malki.

Ia mengingatkan, tanpa perbaikan, program gizi dan pencegahan stunting justru berisiko menimbulkan trauma bagi siswa dan orang tua.

Ceng Dewang juga menilai ada potensi pemborosan anggaran negara.

“Banyak siswa akhirnya enggan makan makanan MBG karena takut. Anak-anak dari keluarga mampu malah memilih jajan di luar. Akhirnya uang negara terbuang, sementara orang tua tetap keluar biaya tambahan,” ujarnya.

Ceng Malki mengusulkan dapur pengolahan makanan dialihkan ke sekolah melalui kantin, koperasi, pesantren, atau melibatkan masyarakat sekitar yang ahli memasak dan gizi.

“Lebih baik dapur MBG ada di sekolah dengan pengawasan langsung puskesmas setempat. Penanggung jawabnya jelas dan ada kontrol ketat dari masyarakat. Jangan lagi asal-asalan, karena ini menyangkut nyawa anak-anak bangsa,” tandasnya.

Kasus KLB keracunan makanan di Kadungora menjadi alarm penting bagi pelaksanaan program MBG di Garut dan Jawa Barat.

Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat diminta segera melakukan evaluasi menyeluruh, agar niat mulia program bergizi gratis benar-benar bermanfaat tanpa menimbulkan korban.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Korupsi Kredit BPR Intan Jabar Garut Rugikan Negara Rp5 Miliar, 3 Tersangka Ditahan Kejari Garut
Truk Bermuatan 8 Ton Beras Bulog Terjun ke Sungai di Garut, 6 Orang Terluka
Kejari Garut Tahan Mantan Kepala Desa Cipancar, Dugaan Korupsi Dana Desa Rugikan Negara Rp653 Juta
Terungkap! Dadan Hindayana dan 2 Pejabat BGN Jadi Tersangka Korupsi Progam MBG 2025-2026
Mati Lampu Massal di Sumatera, PLN Ungkap Gangguan Transmisi akibat Cuaca Buruk
Usai Nobar Persib, Korban Dugaan Penganiayaan Ditemukan Tergeletak di Garut
PW GP Ansor Jawa Barat Sampaikan Duka Mendalam atas Tragedi Kecelakaan Kereta Api di Bekasi
Ngeri! Pria Ngamuk Bawa Golok di Pantai Santolo, Dua Petugas Terluka

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 15:29 WIB

Korupsi Kredit BPR Intan Jabar Garut Rugikan Negara Rp5 Miliar, 3 Tersangka Ditahan Kejari Garut

Senin, 8 Juni 2026 - 09:58 WIB

Truk Bermuatan 8 Ton Beras Bulog Terjun ke Sungai di Garut, 6 Orang Terluka

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:07 WIB

Kejari Garut Tahan Mantan Kepala Desa Cipancar, Dugaan Korupsi Dana Desa Rugikan Negara Rp653 Juta

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:07 WIB

Terungkap! Dadan Hindayana dan 2 Pejabat BGN Jadi Tersangka Korupsi Progam MBG 2025-2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 23:37 WIB

Mati Lampu Massal di Sumatera, PLN Ungkap Gangguan Transmisi akibat Cuaca Buruk

Berita Terbaru

Shin Tae-yong resmi diperkenalkan sebagai pelatih baru Persija Jakarta di Jakarta International Stadium, Senin (8/6/2026). Mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut diharapkan membawa Macan Kemayoran bersaing dalam perebutan gelar Liga 1 musim 2026/2027.

SEPUTAR OLAHRAGA

Shin Tae-yong Resmi Latih Persija, Era Baru Macan Kemayoran Dimulai

Senin, 8 Jun 2026 - 21:56 WIB

error: Content is protected !!