WARTAGARUT.COM – Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) resmi memperkenalkan perubahan bentuk kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut sekaligus mengenalkan program studi baru S1 Gizi kepada masyarakat dalam kegiatan sosialisasi dan layanan kesehatan gratis di Sarana Olahraga Kerkof, Jalan Merdeka, Haurpanggung, Garut, Jumat (10/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari tersebut tidak hanya diisi dengan aktivitas olahraga, tetapi juga pemeriksaan kesehatan gratis meliputi cek tekanan darah, glukosa, asam urat, dan kolesterol bagi masyarakat yang hadir.
Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), DR. H. Hadiat, MA., mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan transformasi institusi sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi di tengah masyarakat.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa perguruan tinggi kami sudah berubah bentuk dari sekolah tinggi Kesehatan menjadi institut kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG). Ini perlu diperkenalkan agar semakin dikenal dan dipercaya,” ujar H. Hadiat.
Selain itu, pihaknya juga memperkenalkan program studi baru S1 Gizi yang dinilai strategis dan relevan dengan program pemerintah, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Prodi Gizi ini sangat relevan dengan program pemerintah saat ini. Kami ingin berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang sehat melalui pendekatan pendidikan,” katanya.
Ia menegaskan, kegiatan sosialisasi ini tidak semata-mata bertujuan untuk menarik calon mahasiswa, melainkan sebagai bentuk kepedulian perguruan tinggi terhadap kesehatan masyarakat secara luas.
“Kami ingin menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya fokus pada perkuliahan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat langsung,” ujarnya.
Sebagai bentuk nyata, IKKHG secara rutin menggelar layanan pemeriksaan kesehatan gratis di berbagai lokasi, termasuk kawasan olahraga seperti Kerkof.
Program ini difokuskan pada deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi salah satu tantangan kesehatan saat ini.
“Pemeriksaan gratis ini akan kami lakukan secara rutin, bisa seminggu sekali atau dua minggu sekali, tidak hanya di sini tetapi juga di tempat lain,” katanya.
Untuk memperluas jangkauan layanan, IKKHG juga membentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bina Kesehatan Masyarakat (Binkesmas) yang bertujuan mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang belum tersentuh secara optimal.
“Kami ingin memiliki desa binaan, karena masih banyak wilayah yang belum tersentuh program kesehatan secara reguler. Kami ingin hadir dan membantu pemerintah dalam memberikan layanan,” ungkapnya.
Menurut Hadiat, kehadiran UPT tersebut juga menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung.
“Perguruan tinggi harus bisa menunjukkan dampak nyata, bukan hanya meluluskan mahasiswa, tetapi juga berkontribusi terhadap kebutuhan masyarakat, terutama di bidang kesehatan,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni














