WARTAGARUT.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyoroti berbagai tantangan kompleks yang dihadapi Kabupaten Garut, mulai dari urbanisasi, ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga moral generasi, dalam Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) MUI Kabupaten Garut di Pendopo Garut, Senin (13/4/2026).
Dalam kegiatan yang juga dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus komisi MUI masa khidmat 2025–2030 dan silaturahmi Idulfitri tersebut, Bupati menegaskan bahwa penyelesaian persoalan daerah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
“Tantangan ke depan sangat banyak dan kompleks, tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah saja. Harus ada komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara umarah dan ulama,” ujarnya.
Salah satu isu utama yang disoroti adalah tingginya arus urbanisasi. Ia mengaku khawatir jika anak-anak muda lebih memilih meninggalkan desa dibanding mengembangkan potensi daerah.
“Kita ingin anak-anak muda mau tinggal di desa. Solusinya adalah menciptakan lapangan kerja, terutama di sektor pertanian,” katanya.
Ia mengungkapkan, sektor pertanian di Garut menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 7,11 persen. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan daya tukar petani serta menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.
“Ketahanan pangan itu ada di desa. Harga komoditas juga semakin baik. Ini peluang besar,” ujarnya.
Bupati juga menyinggung dukungan pemerintah pusat melalui berbagai program, termasuk penyediaan pupuk yang lebih terjangkau, kemudahan akses bibit, hingga penyerapan hasil pertanian oleh Bulog.
Selain ekonomi, sektor pendidikan menjadi perhatian serius. Ia menyebut Kabupaten Garut masih kekurangan fasilitas pendidikan tingkat menengah.
“Kita masih kekurangan SMP, bahkan SMA lebih kurang lagi. Kalau ada masyarakat atau MUI yang ingin mendirikan sekolah, itu masih sangat dibutuhkan,” katanya.
Di sektor kesehatan, Bupati mengajak semua pihak mendukung program pemenuhan gizi bagi bayi, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas generasi masa depan.
“Tujuannya agar anak-anak kita sehat. Ini harus kita dorong bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga moral dan akhlak masyarakat di tengah derasnya arus globalisasi dan informasi digital.
“Informasi sekarang cepat sekali menyebar. Ada yang membawa kebaikan, tapi juga ada yang berdampak buruk. Ini harus kita jaga bersama,” katanya.
Ia meminta peran aktif MUI hingga tingkat desa untuk memperkuat pembinaan moral masyarakat, dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga unsur Forkopimda.
Selain itu, isu lingkungan juga menjadi perhatian. Bupati mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan berpotensi memicu bencana yang terjadi di wilayah Garut.
“Lingkungan adalah amanat yang harus kita jaga. Jangan sampai anak cucu kita menerima dampak buruk dari perilaku kita hari ini,” ujarnya.
Ia berharap MUI dapat merumuskan program kerja yang selaras dengan kebutuhan daerah, termasuk mendorong lahirnya kebijakan berbasis nilai keagamaan dan keberlanjutan lingkungan.
“Kami berharap program MUI bisa menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan daerah ke depan,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















