WARTAGARUT.COM – Peringatan Hari Lahir ke-92 Gerakan Pemuda Ansor pada 24 April 2026 tidak hanya diisi kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan menjadi momentum aksi nyata kepedulian lingkungan, ketahanan pangan, hingga pemberdayaan ekonomi kader.
Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Barat, H. Subhan Fahmi, saat menjelaskan rangkaian Harlah GP Ansor ke-92.
Menurut Subhan Fahmi, puncak peringatan Harlah tingkat Jawa Barat digelar di GOR Sabilulungan Kabupaten Bandung, Jumat (24/4/2026), dengan melibatkan kader Ansor dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Ia menuturkan, sebelum puncak acara berlangsung, GP Ansor lebih dulu menginstruksikan gerakan bersih-bersih sungai hampir di seluruh daerah sebagai bentuk penyadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Ada bersih-bersih sungai di hampir semua kabupaten. Ini dalam rangka kepedulian Ansor untuk lingkungan, supaya masyarakat tidak buang sampah ke sungai. Ini juga bagian kita membantu pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah,” ujar Subhan Fahmi, saat wawancara di Kantor DRPD Garut, Senin, (27/4/2026).
Selain agenda lingkungan, Harlah GP Ansor juga dirangkai dengan berbagai lomba seperti kitab kuning hingga kegiatan olahraga bela diri.
Bahkan, kata dia, di Kabupaten Tasikmalaya digelar Ketua Umum Cup MMA sebagai simbol bahwa Ansor tidak hanya kuat dalam tradisi keilmuan, tetapi juga ketahanan fisik kader.
“Ansor bukan hanya ngaji kitab kuning saja, tapi juga harus menguasai ilmu bela diri,” katanya.
Wakil ketua DPRD Garut ini, menilai usia 92 tahun menjadi perjalanan panjang bagi GP Ansor sebagai organisasi yang telah melalui dinamika sejarah bangsa, mulai dari masa perjuangan kemerdekaan, melawan penjajah, hingga menghadapi ancaman ideologi negara.
Karena itu, kata Ia, menjelang satu abad atau delapan tahun menuju usia 100 tahun, GP Ansor dituntut tidak hanya menjaga warisan kaderisasi, tetapi juga menjawab tantangan zaman dengan program yang relevan.
“Minimal kita merespon dengan kegiatan-kegiatan positif. Ansor harus tetap bertahan dan jangan melupakan para pendiri yang sudah bekerja keras mempertahankan organisasi ini,” ucapnya.
Ia menjelaskan, sesuai instruksi Ketua Umum GP Ansor, fokus besar organisasi saat ini adalah mengawal proyek strategis nasional sekaligus ikut memperkuat ketahanan pangan di tengah kondisi ekonomi dunia yang tidak menentu.
Subhan Fahmi mengungkapkan, GP Ansor Jawa Barat kini mulai mendorong kemandirian ekonomi kader melalui program skala kecil seperti peternakan ayam petelur, ayam pedaging, hingga pertanian terintegrasi teknologi.
Bahkan, GP Ansor Jawa Barat telah menjalin kerja sama dengan Leo Farm dari Institut Teknologi Bandung untuk pengembangan pertanian modern di empat titik, yakni Garut, Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, dan Cianjur.
“Kita lagi nge-push ekonomi kader. Meski masih tahap awal dan berat di lapangan, kita bikin skala kecil, ada yang mengawal 50 ekor ayam petelur, ada yang rumahan 10 sampai 20 ekor. Ini salah satu tujuannya menopang program MBG dan meningkatkan ekonomi lokal,” jelasnya.
Menurutnya, gerakan itu diharapkan mampu menjadikan kader Ansor tidak hanya bertahan di tengah situasi ekonomi sulit, tetapi juga ikut menciptakan perputaran ekonomi di masyarakat sekitar.
“Ansor harus berdaya guna, tidak hanya mengharapkan dari orang lain. Minimal secara pribadi bisa survive dan mudah-mudahan membantu ekonomi lokal,” pungkasnya.**”
Penulis : Soni Tarsoni

















