Stunting Garut 24,1 Persen, Ketua Pembina YDHIG dan IKKHG Launching Prodi S1 Gizi dan SDGs Center

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Stunting Garut 24,1 Persen, Ketua Pembina YDHIG dan IKKHG Launching Prodi S1 Gizi dan SDGs Center

Stunting Garut 24,1 Persen, Ketua Pembina YDHIG dan IKKHG Launching Prodi S1 Gizi dan SDGs Center

WARTAGARUT.COM – Ketua Pembina Yayasan Dharma Husada Insani Garut (YDHIG), Dr. H. Hadiat, menegaskan bahwa angka stunting di Kabupaten Garut yang mencapai 24,1 persen pada tahun 2025 merupakan ancaman serius bagi masa depan daerah.

Karena itu, YDHIG bersama Institut Kesehatan Karsa Husada Garut (IKKHG) meluncurkan Program Studi S1 Gizi dan SDGs Center dalam Seminar Nasional di Kampus 2 IKKHG, Selasa, 19 Mei 2026.

Seminar nasional bertema “Pembangunan Kesehatan Nasional melalui Peningkatan Ketahanan Gizi Masyarakat” tersebut digelar YDHIG dan IKKHG sebagai bentuk kontribusi akademik dalam menjawab persoalan kesehatan masyarakat, terutama stunting.

Menurut Dr. Hadiat, angka stunting Garut masih berada di atas rata-rata nasional yang sekitar 19,3 persen.

Artinya, dari setiap 100 anak di Garut, sekitar 24 anak berpotensi mengalami hambatan tumbuh kembang yang dapat memengaruhi tinggi badan, kecerdasan, dan produktivitas saat dewasa.

“Ini bukan hanya soal angka. Ini adalah masa depan Garut yang sedang dipertaruhkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kontroversi VAR Uruguay vs Spanyol: Keputusan Wasit Ismail Elfath Ubah Jalannya Laga Piala Dunia FIFA 2026

Ia mengingatkan, jika penanganan stunting tidak dilakukan sejak sekarang, dalam dua dekade mendatang Garut berisiko kekurangan tenaga kerja berkualitas, beban kesehatan meningkat, dan laju pembangunan melambat.

Sebagai yayasan yang mengelola IKKHG, YDHIG merasa terpanggil untuk menjadi bagian dari solusi.

Menurutnya, yayasan dan perguruan tinggi tidak boleh hanya berperan sebagai pengelola institusi, tetapi harus hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Untuk mendukung langkah tersebut, IKKHG menyiapkan Program Studi S1 Gizi, laboratorium gizi yang modern, dosen profesional, serta jejaring kerja sama dengan berbagai institusi kesehatan di tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.

Dr. Hadiat menjelaskan transformasi dari STIKes menjadi institut bukan sekadar perubahan nama, melainkan simbol perubahan cara berpikir, cara bergerak, dan cara mempersiapkan tenaga kesehatan masa depan.

Ia menilai bidang gizi akan menjadi salah satu sektor paling strategis karena memiliki peran penting dalam melahirkan generasi unggul, meningkatkan kualitas kesehatan, dan mendorong produktivitas bangsa.

Baca Juga :  168 Murid SMK Muhammadiyah Garut Ikuti PKL, Kepala Sekolah Dorong Kesiapan Hadapi Dunia Kerja

Pada kesempatan yang sama, IKKHG juga meluncurkan SDGs Center untuk memperkuat kontribusi institusi dalam menurunkan stunting, menekan angka kematian ibu, dan mengembangkan inovasi berbasis prinsip “no one left behind”.

Dr. Hadiat mengibaratkan Program Studi S1 Gizi sebagai mesin yang menghasilkan tenaga ahli gizi untuk turun langsung ke desa-desa dan posyandu, sedangkan SDGs Center menjadi kompas yang mengarahkan seluruh upaya agar selaras dengan kebutuhan pembangunan.

“Prodi Gizi adalah mesinnya, SDGs Center adalah kompasnya. Dua program, satu napas, satu sinergi untuk tujuan yang berdampak,” katanya.

Ia optimistis sinergi tersebut akan membawa IKKHG naik kelas, bukan hanya dikenal di Garut, tetapi juga menjadi rujukan program kesehatan masyarakat di Jawa Barat bahkan nasional.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi titik awal lahirnya ide, kolaborasi, inovasi, dan gerakan nyata untuk membangun masyarakat yang lebih sehat, lebih cerdas, dan lebih berkualitas,” pungkasnya.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Hanya 73 Dokter Gigi Layani 2,7 Juta Warga Garut, PDGI Dukung IKKHG Buka Fakultas Kedokteran Gigi
2 Juta Mulut di Garut Butuh Layanan Gigi, Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG Jadi Solusi
Tak Sekadar Syukuran, YDHIG Garut Umumkan Tiga Agenda Besar untuk Masa Depan Pendidikan Kesehatan di IKKHG
Tambal Gigi dan Scaling Gratis Pakai BPJS, Ini 8 Layanan yang Bisa Didapat di Puskesmas
Rektor Uniga Bangga, 41 Apoteker Baru Lulus 100 Persen dan Siap Perkuat Layanan Kesehatan Garut
Ketua AIPGI Pusat: Sarjana Gizi Bisa Kerja di Rumah Sakit hingga Industri Makanan Sehat
IKKHG Gelar Seminar Nasional! Luncurkan Prodi S1 Gizi dan SDGs Center untuk Perkuat Ketahanan Gizi
Dokter Gigi di Garut Menumpuk di Kota, Putri Karlina Luncurkan Solusi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:12 WIB

Hanya 73 Dokter Gigi Layani 2,7 Juta Warga Garut, PDGI Dukung IKKHG Buka Fakultas Kedokteran Gigi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:11 WIB

2 Juta Mulut di Garut Butuh Layanan Gigi, Rudy Gunawan Dorong FKG IKKHG Jadi Solusi

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:08 WIB

Tak Sekadar Syukuran, YDHIG Garut Umumkan Tiga Agenda Besar untuk Masa Depan Pendidikan Kesehatan di IKKHG

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:32 WIB

Tambal Gigi dan Scaling Gratis Pakai BPJS, Ini 8 Layanan yang Bisa Didapat di Puskesmas

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:52 WIB

Rektor Uniga Bangga, 41 Apoteker Baru Lulus 100 Persen dan Siap Perkuat Layanan Kesehatan Garut

Berita Terbaru

Gregor Kobel tampil gemilang saat Swiss mengalahkan Aljazair 2-0 di Piala Dunia FIFA 2026

EVENT OLAHRAGA

Rating Pemain Swiss vs Aljazair: Kobel Jadi Man of The Match

Jumat, 3 Jul 2026 - 14:43 WIB

error: Content is protected !!