Benarkah Matematika Sulit? Menaklukkan Kesulitan Belajar Matematika: Peran Guru dan Metode Pembelajaran

Kamis, 1 Februari 2024 - 15:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Benarkah Matematika Sulit_ Menaklukkan Kesulitan Belajar Matematika_ Peran Guru dan Metode Pembelajaran. Penulis: Jejen Jenal Muttaqin. Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Benarkah Matematika Sulit_ Menaklukkan Kesulitan Belajar Matematika_ Peran Guru dan Metode Pembelajaran. Penulis: Jejen Jenal Muttaqin. Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang harus dipelajari mulai dari anak usia dini sampai dewasa. 

Sejak kecil, anak-anak sudah diajarkan dasar matematika seperti berhitung, menambah, dan juga mengurangi. 

Matematika juga merupakan ilmu dasar yang mengembangkan ilmu pengetahuan lainnya dan memberikan dampak besar dalam kemajuan peradaban manusia. 

Terlepas dari seberapa pentingnya matematika, banyak orang tidak menyukai pelajaran tersebut. Mereka menganggap dan merasakan bahwa matematika sulit dipahami. Benarkah Matematika sulit?

Berdasarkan pengalaman penulis sebagai guru SD selama hampir 20 tahun, sebagian besar siswa tidak menyukai pelajaran matematika dikarenakan sulit dipelajari. 

Hasil-hasil ulangan, baik itu ulangan harian, PTS, dan PAS mendapatkan nilai yang paling rendah dibandingkan dengan mata pelajaran yang lainnya. 

Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis di salah satu kecamatan di Garut menyatakan bahwa nilai rata-rata kemampuan berhitung (jumlah, kurang, kali, dan bagi) siswa kelas VI SD sangat rendah yaitu sebesar  38. 

Hal ini menggambarkan bahwa siswa masih kesulitan dalam menguasai kemampuan matematika.

Apa yang menyebabkan matematika sulit dipelajari dan dipahami siswa?. Pertanyaan ini yang harus dijawab oleh semua guru yang mengajar di bidang matematika. 

Baca Juga :  World Cleanup 2026, SMK Muhammadiyah Garut Ajak Warga Sekolah Terus Jaga Lingkungan

Berdasarkan pengalaman penulis selama mengajar, ada dua faktor besar yang menyebabkan matematika sulit dipahami. Kedua faktor penyebab matematika sulit dipahami adalah faktor guru dan metode. 

Yohanes Surya mengatakan bahwa sejatinya, tidak ada anak yang bodoh, semua anak sama pintar, yang membedakan hanyalah, sebagian dari mereka tidak memiliki kesempatan belajar dengan guru yang baik dan metode yang benar.

Guru yang baik adalah guru yang bisa memotivasi siswa untuk semangat belajar. Guru yang bisa meyakinkan bahwa siswa bisa melakukan sesuatu.  

Guru yang baik tidak akan pernah memarahi atau mengecap seorang anak bodoh hanya karena anak tersebut tidak mampu menjawab sebuah soal matematika. 

Ketika seorang siswa dimarahi atau dicap bodoh karena tidak bisa menjawab soal, maka siswa tersebut akan kehilangan semangat dalam belajar.  Akibatnya, siswa akan malas dan kemampuannya tidak akan meningkat. 

Sebaliknya, seorang guru yang menggunakan kata-kata posItif dalam merespon kemampuan siswa akan dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan siswa dalam menyerap materi.  

Para guru harus senantiasa untuk selalu memotivasi siswanya dengan kata-kata positif, bukan dengan pelabelan yang negatif. 

Baca Juga :  MAN 1 Garut Borong Juara OMI Kemenag 2026, Ridwan dan Saski Melaju ke Tingkat Provinsi

Dengan demikian, siswa akan memiliki kesempatan untuk membuktikan kemampuannya.

Metode merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempermudah siswa dalam memahami matematika. 

Metode artinya cara atau jalan yang harus ditempuh oleh guru dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. 

Penggunaan metode yang tepat dalam pembelajaran dapat mempermudah siswa dalam memahami materi matematika.  

Tidak ada metode pembelajaran yang dianggap paling bagus kecuali metode yang sesuai dengan kondisi lingkungan, karakteristik siswa, dan karakteristik materi yang disampaikan. 

Guru perlu mengembangkan dan menciptakan metode/teknik baru yang dapat mempermudah siswa dalam mempelajari matematika. 

Misalnya sampai sekarang siswa banyak yang mengalami kesulitan dalam membagi bilangan. Dari dahulu sampai sekarang, guru mengajarkan cara membagi dengan bagi kurung. 

Padahal ada cara yang lebih mudah dan cepat dimengerti oleh siswa dalam membagi bilangan. 

Cara itu adalah dengan membagi secara langsung dengan beberapa tahapan yang harus dilalui.

Kami yakin, dengan guru yang baik dan metode yang tepat, maka sulitnya siswa dalam mempelajari matematika dapat diatasi. 

Jika anak sudah menguasai matematika, maka mereka akan dengan mudah menguasai ilmu-ilmu lainnya.

Penulis: Jejen Jenal Muttaqin

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

World Cleanup 2026, SMK Muhammadiyah Garut Ajak Warga Sekolah Terus Jaga Lingkungan
JADILAH GURU BERKEMAJUAN
Universitas Garut dan Klinik Rotinsulu Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kesehatan
MAN 1 Garut Borong Juara OMI Kemenag 2026, Ridwan dan Saski Melaju ke Tingkat Provinsi
Raih Juara 2 OMI 2026 Garut, Reisya Agustina Fauziah dari MAN 2 Garut Lolos Provinsi
MAN 1 Garut Raih 2 Prestasi di EXTRANAS 2026, Sabet Juara Stand Expo dan Video Profil
Muhammadiyah Garut Dorong Pontren Jadi Pusat Dakwah dan Perkaderan
Magister Pendidikan Matematika IPI Garut

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:08 WIB

World Cleanup 2026, SMK Muhammadiyah Garut Ajak Warga Sekolah Terus Jaga Lingkungan

Jumat, 18 September 2026 - 15:30 WIB

JADILAH GURU BERKEMAJUAN

Kamis, 17 September 2026 - 09:28 WIB

Universitas Garut dan Klinik Rotinsulu Perkuat Sinergi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 15 September 2026 - 07:36 WIB

MAN 1 Garut Borong Juara OMI Kemenag 2026, Ridwan dan Saski Melaju ke Tingkat Provinsi

Selasa, 15 September 2026 - 07:19 WIB

Raih Juara 2 OMI 2026 Garut, Reisya Agustina Fauziah dari MAN 2 Garut Lolos Provinsi

Berita Terbaru

A. R. Nugraha, penulis artikel “Jadilah Guru Berkemajuan” tentang peran guru dalam pendidikan Islam.

KEAGAMAAN

JADILAH GURU BERKEMAJUAN

Jumat, 18 Sep 2026 - 15:30 WIB