WARTAGARUT.COM – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan Dinas Sosial Kabupaten Garut harus menjadi wajah paling nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi bencana, kemiskinan ekstrem, disabilitas, hingga persoalan sosial lainnya.
Penegasan itu disampaikan Abdusy Syakur saat memberikan pengarahan kepada jajaran pegawai di Lingkup Dinas Sosial Garut di Aula Kantor Dinsos Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (30/4/2026).
Dalam arahannya, Syakur menyebut kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat soliditas internal pasca dilantiknya Marlinda Siti Hana sebagai Kepala Dinas Sosial yang baru.
Menurutnya, Marlinda bukan sosok asing di lingkungan Dinsos sehingga proses penyesuaian organisasi seharusnya dapat berlangsung lebih cepat.
Ia hanya menilai, yang perlu dibangun saat ini adalah penyamaan ritme kerja karena setiap pimpinan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda.
“Sebetulnya pengangkatan ini tidak perlu dianggap sesuatu yang terlalu baru, karena ibu sudah lama di sini dan memahami kondisi internal. Tinggal bagaimana seluruh jajaran bisa menyesuaikan pola kerja dengan kepemimpinan yang sekarang,” ujar Syakur Amin.
Namun, lebih dari sekadar konsolidasi internal, Syakur Amin menekankan bahwa Dinas Sosial memegang peran paling strategis di antara perangkat daerah lainnya karena bersentuhan langsung dengan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan pertolongan.
Ia menyebut, baik korban bencana, penyandang disabilitas, warga miskin ekstrem, maupun kelompok rentan sosial lainnya akan menilai pemerintah dari seberapa cepat Dinas Sosial hadir memberikan bantuan.
“Kalau Dinas Sosial berfungsi dengan baik, masyarakat akan benar-benar merasakan negara hadir. Saat ada musibah, ada difabel, ada kemiskinan ekstrem, ada kebutuhan pemberdayaan sosial, negara itu hadir melalui Dinas Sosial,” tegasnya.
Menghadapi kondisi Kabupaten Garut yang dikenal memiliki intensitas bencana cukup tinggi, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga rumah roboh akibat cuaca ekstrem, Syakur meminta seluruh jajaran Dinsos meningkatkan kecepatan respons.
Menurutnya, masyarakat tidak melihat pembagian teknis antarinstansi ketika bencana terjadi. Yang dibutuhkan warga hanyalah tindakan cepat, bantuan nyata, dan kepastian bahwa pemerintah hadir menyelesaikan persoalan.
“Saya minta urusan bencana ini lebih sigap lagi. Kita adalah kabupaten dengan intensitas bencana tinggi, sehingga respons sosial darurat tidak boleh lambat. Masyarakat menunggu solusi, bukan penjelasan birokrasi,” katanya.
Selain persoalan kebencanaan, Bupati Garut juga menitipkan perhatian khusus terhadap kelompok masyarakat kurang beruntung, terutama anak yatim piatu serta penyandang disabilitas dengan keterbatasan fisik maupun mental.
Ia menegaskan pelayanan terhadap kelompok tersebut harus dilakukan secara manusiawi, cepat, dan tepat sasaran karena menyangkut amanah sosial pemerintah kepada warga yang paling membutuhkan perlindungan***
Penulis : Soni Tarsoni

















