Home / Birokrasi

Jumat, 15 Oktober 2021 - 07:54 WIB

DMI Garut, Diminta Antispasi Paham yang Menyimpang

Ketua Pimpinan Wilayah DMI Jawa Barat melantik  Ketua dan Pengurus Pimpinan Daerah DMI Kabupaten Garut, di aula Islamic Center, Kamis (14/10/2021)

Ketua Pimpinan Wilayah DMI Jawa Barat melantik Ketua dan Pengurus Pimpinan Daerah DMI Kabupaten Garut, di aula Islamic Center, Kamis (14/10/2021)

GARUT KOTA, GARUT – Ketua  Pimpinan Wilayah Dewan Masjid  Indonesia (PW DMI) Jawa Barat KH. Acmad Sidik, SHI, Melantik Ketua dan pengurus  Pimpinan Daerah Dewan Masjid  Indonesia (PD DMI) Kabupaten Garut  Ustadz Usep Dana. Pelantikan untuk Masa Bhakti 2021-2026 itu, dilaksanakan di Aula Islamic Center, Kecamatan Garut Kota, Kamis, (14/10/2021).

Ketua PW DMI Jawa Barat KH. Acmad Sidik, SHI, meminta agar DMI Kabupaten Garut menjadi perekat semua pemahaman Organissasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis dan sebagainya, Sebab kata dia, Anggota DMI adalah Jamaah Masjid, dan masjid ini selalu dinamis.

Terkait adanya pembaitan NII di Kabupaten Garut,  Pihaknya mengaku, telah berkordinasi dengan Kapolda Provisi Jawa Barat.

“Kita DMI dalam posisi amar ma’ruf, nahi munkar ada ditangan Kepolisian dan aparat penegak hukum yang ada di Kabupaten Garut,”tuturnya

Baca juga   Cegah Pungutan Liar, Tim Saber Pungli Garut Sosialisasikan di Lingkungan Pendidikan dan Pemerintahan

Ia menekankan,Agar DMI Kabupaten Garut, malakukan antisipasi dari kegiatan-kegiatan dan paham yang menyimpang.

“Masjid  itu, tempat peribadatan, tempat sosial, tempat peradaban Islam, dan juga ekonomi,”katanya.

Selain itu, Pihaknya meminta agar DMI Kabupaten Garut aktif dalam kegiatan sosial, terutama saat ini melakukan penangan pandemi coivd-19 melalui program Vaksin.

“ DMI harus menjadi garda terdepan dalam vaksinasi, dan membantu pemerintah mensosialisakan vaksinasi,”ujarnya.

Ketua DMI Kabupaten Garut, Ustadz Usep Dana mengatakan, pihaknya akan mengorganisakan masjid, untuk mencegah dari paham dan kegiatan yang menyimpang.

Salah satu utapaya yang dilakukan yakni, bekerjasama dengan Kementrian agama (Kemenag) melakukan program pendataan masjid dan mushala di Kabupaten Garut. Pendataan itu, dilakukan secara online melalui aplikasi Sistem Informasi Masjid (Simas).

Baca juga   Bank bjb Serahkan Dana CSR Reguler Kepada Pemkab Garut

“Tahap pertama kita akan melakukan pendataan masjid-masjid dengan sistem online berbasis digitalisais,”katanya.

Ia menerangkan, dari 13.000 masjid di kabupaten Garut, baru 4.000 masjid yang terdata melalui aplikasi Simas.

“kami mengajak kepada para takmir masjid atau mushala agar ikut aktif menyukseskan program simas,”ujarnya.

Manfaat terdaftar di Aplikasi Simas, kata dia, salahsatunya  memiliki ID Masjid Nasional yang terintegrasi secara otomatis dengan sistem layanan pemerintah.

Selain itu, menurut dia, memudahkan rekomendasi permintaan dan memperoleh Surat Keterangan Terdaftar (SKT) SIMAS untuk membuka Rekening Bank atas nama masjid/mushalla dan untuk mendapatkan bantuan masjid.

“ Karena persaratan bantuan dari pemerintah harus ada SKT dan Rekening,”ucapnya.

Share :

Baca Juga

Birokrasi

Bupati Garut Terima Kunjungan KPU Garut Terkait Sosialisasi Pemilu 2024

Birokrasi

Pemkab Garut, Beri Penghargaan PNS Berprestasi

Birokrasi

Syarikat Islam, Dituntut Ikut Andil Mengisi Pembangunan Negara

Birokrasi

Pemerintah Lakukan Detensi Terhadap Beberapa Produk Impor

Birokrasi

Pemkab Garut usulkan KA Rute Garut – Pasar Senen dinamai KA Cikuray Express

Birokrasi

Hari Jadi Garut Ke 209, Bupati Garut Apresiasi Kinerja Tenaga Kesehatan

Birokrasi

Pemkab Garut Sosialisasikan PP Nomor 94 Tahun 2021 Tentang Disiplin PNS

Birokrasi

Pemkab Garut Salurkan Bantuan 3.750 Kloset untuk Masyarakat