WARTAGARUT.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut menerima kunjungan kerja DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Kamis (4/12/2025).
Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung pelaksanaan program pembinaan kemandirian warga binaan berbasis UMKM serta penguatan ketahanan pangan yang dikembangkan di Lapas Garut.
Rombongan DPRD disambut langsung Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, bersama jajaran.
Selanjutnya, para anggota dewan diajak meninjau berbagai unit pembinaan unggulan, mulai dari produksi makanan olahan, kerajinan tangan, hingga sektor industri kreatif yang dikelola oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Selain UMKM, kunjungan juga difokuskan pada area ketahanan pangan.
Program yang ditinjau meliputi pertanian, perikanan, dan peternakan yang dijalankan secara mandiri oleh WBP sebagai bagian dari pembinaan keterampilan dan produktivitas.
Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk membekali warga binaan dengan kompetensi yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti.
Salah satu anggota DPRD Tanjung Jabung Timur, Nugraha Setiawan, S.IP, mengapresiasi model pembinaan yang diterapkan Lapas Garut.
Ia menilai program UMKM dan ketahanan pangan tersebut inovatif dan layak dijadikan referensi.
“Pembinaan seperti ini sangat relevan untuk dikembangkan, baik bagi warga binaan maupun masyarakat, khususnya dalam penguatan UMKM dan ketahanan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kalapas Garut Rusdedy menegaskan komitmen pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan melalui kolaborasi lintas instansi.
Menurutnya, sinergi dengan berbagai pihak diperlukan untuk memperluas jejaring pemasaran produk dan memastikan manfaat nyata bagi WBP.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi awal kerja sama lintas daerah dalam pengembangan program pembinaan,” kata Rusdedy.
Kegiatan kunjungan ditutup dengan diskusi teknis, pertukaran informasi, peninjauan fasilitas, serta sesi foto bersama.
Melalui agenda ini, Lapas Kelas IIA Garut kembali menegaskan perannya sebagai pusat pembinaan kemandirian berbasis UMKM dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. ***
Penulis : Soni Tarsoni









