WARTAGARUT.COM– Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) resmi meluncurkan pelaksanaan Program Wirahebat Tahun 2026, sebuah program inkubasi kompetitif bagi pengusaha mikro yang dirancang untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan lokal secara kolaboratif, inklusif, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Hendra Siswara Gumilang, M.M., menyampaikan bahwa Program Wirahebat menjadi instrumen strategis daerah dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro di berbagai sektor unggulan.
“Wirahebat bukan sekadar pelatihan, tetapi proses inkubasi menyeluruh. Kami mendampingi pelaku usaha agar naik kelas, lebih berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Hendra Siswara Gumilang saat ditemui di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Kamis, (23/1/2025).
Ia mengungkapkan, Program Wirahebat selaras dengan Misi ke-3 RPJMD Kabupaten Garut 2025–2029, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis nilai tambah sektor unggulan lokal yang berkelanjutan.
Melalui pendekatan inkubasi, kata Hendra, peserta dibekali peningkatan kapasitas usaha, pendampingan intensif, serta akses jejaring pasar dan permodalan.
Hendra menuturkan, Pada tahun 2026, Program Wirahebat dilaksanakan dalam empat batch atau angkatan, yang diselenggarakan setiap triwulan.
Setiap batch diikuti oleh 40 peserta terpilih melalui proses seleksi administrasi dan wawancara.
Pelaksanaan tahun ini merupakan kelanjutan dari Wirahebat 2025, sehingga dimulai dari Batch 3.
Hendra menjelaskan, peserta yang lolos seleksi wajib mengikuti seluruh rangkaian inkubasi.
Tahapan tersebut meliputi WiraCamp berupa kelas luar ruang selama dua hari, Kelas Bisnis secara daring sebanyak 10 pertemuan, Coaching dan Mentoring tatap muka, hingga Final Pitchdeck sebagai presentasi pengembangan bisnis.
“Pendampingan dilakukan secara terstruktur. Setiap peserta akan didorong untuk memperkuat model bisnis, inovasi produk, dan strategi pemasaran,” katanya.
Hendra mengatakan, Program Wirahebat menyasar pengusaha mikro di berbagai bidang usaha, di antaranya kuliner, fesyen, kriya, pertanian dan perkebunan, peternakan dan perikanan, serta jasa dan teknologi.
Peserta dibagi ke dalam dua kategori, yakni Kategori Ideasi dan Kategori Inkubasi, dengan persyaratan usia minimal 17 tahun, berdomisili di Kabupaten Garut, serta bukan ASN, PPPK, TNI, atau Polri.
Untuk Wirahebat Batch 3, jadwal pelaksanaan telah ditetapkan mulai dari pendaftaran pada 14–28 Januari 2026, seleksi administrasi dan wawancara hingga awal Februari.
Sementara pelaksanaan WiraCamp pada 4–5 Februari 2026, pendampingan bisnis hingga Maret, dan puncaknya Final Pitching pada April 2026.
“Program akan ditutup dengan Inagurasi dan Awarding Festival Wirahebat pada Juni 2026,”ujarnya.
Selain pendampingan, tutur Hendra, peserta terbaik akan memperoleh penghargaan dan stimulus modal usaha.
Total hadiah Program Wirahebat 2026 mencapai Rp340 juta, yang dibagi ke dalam lima kategori pemenang, mulai dari Wirahebat Berkembang hingga Wirahebat Unggul.
“Hadiah ini bukan tujuan utama, tetapi bentuk apresiasi agar usaha peserta bisa berkembang lebih cepat dan berkelanjutan,” ungkap Hendra.
Pendaftaran Program Wirahebat Batch 3 dapat diakses secara daring melalui s.id/daftarwirahebat3, sementara informasi lanjutan tersedia di akun Instagram @wirahebat.id dan @diskopukm.garut.
Melalui Program Wirahebat, Pemerintah Kabupaten Garut berharap dapat melahirkan wirausaha-wirausaha mikro yang tangguh, inovatif, serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah menuju Garut Hebat dan Berkelanjutan.***
Penulis : Soni Tarsoni
















