Kabupaten Garut Giatkan Upaya Mitigasi

- Jurnalis

Kamis, 29 September 2022 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para peserta  mengikuti Sosialisasi Data dan Informasi Gempa Bumi dan Tsunami yang dilaksanakan di Ruang Rapat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (28/9/2022).

Para peserta mengikuti Sosialisasi Data dan Informasi Gempa Bumi dan Tsunami yang dilaksanakan di Ruang Rapat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (28/9/2022).

WARTA GARUT– Badan Geologi telah mencatat sedikitnya sembilan kejadian gempa bumi yang merusak Kabupaten Garut, artinya kejadian gempa bumi itu menyebabkan terjadinya bencana, dan sebagian besar sumbernya berasal dari zona penunjaman atau zona subduksi.

Hal itu diungkapkan Koordinator Geologi, Gempa Bumi, dan Tsunami Badan Geologi, Supartoyo, dalam kegiatan Sosialisasi Data dan Informasi Gempa Bumi dan Tsunami, di Aula Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (28/9/2022).

“Tapi ingat di daerah Pasirwangi itu ada patahan aktif yang disebut garsela, tadi rakutai dan kencana dan ini harus di tindak lanjuti untuk kemungkinan dilakukan sosialisasi dan pemasangan ini pemasangan rambu-rambu evakuasi,” lanjutnya.

Ia berharap, pemerintah daerah dan masyarakat bisa lebih menggiatkan lagi upaya mitigasi, salah satunya melalui dibentuknya Desa Tangguh Bencana ataupun Sekolah Tangguh Bencana.

“Mudah mudahan upaya ini bisa mengurangi risiko, obat risiko hanya itu ada dua (yaitu) mitigasi dan tata ruang, masyarakatnya siap, tata ruangnya bagus,” lanjutnya.

Untuk itu, imbuhnya, sosialisasi ini merupakan upaya mitigasi khususnya mitigasi non struktural yang sangat penting dilaksanakan. Ia berharap, ilmu dan pemahaman yang telah diberikan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah kepada masyarakat.

“Jadi nanti mungkin ke depanya kalau Badan Geologi yang membantu yang sifatnya TOT (Training Of Trainer) jadi untuk para penyuluh guna menyampaikan informasi ini kejadian gempa bumi dan tsunami ya,” ucapnya.

Asisten Daerah (Asda) 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Teti Sarifeni menyampaikan, sosialisasi ini sangat penting mengingat Kabupaten Garut ini merupakan daerah yang rawan bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, bahkan gunung merapi.

“Namun saya berharap sosialisasi ini tidak hanya selesai hari ini saja, saya sudah memerintahkan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk secara sustainable berkesinambungan melakukan sosialisasi terhadap masyarakat Garut karena rawan bencana,” ucap Teti.

Ia berharap, nantinya pemerintah daerah di tahun 2023 bisa membangun shelter di Pantai Pameungpeuk, sebagai tempat berlindung masyarakat jika suatu saat terjadi bencana tsunami. Menurut Teti, Pantai Pameungpeuk merupakan Pantai yang landai berbeda dengan Pantai Rancabuaya yang memiliki gunung, sehingga rawan terjadi bencana tsunami.

“Shelter itu jangan berbentuk hanya bangunan saja tapi bisa dibangun seperti ada pertokoan-pertokoan nya gitu warung-warung gitu, supaya terpelihara jadi membangun shelter tapi terpelihara dengan ada aktivitas perekonomian disitu,” kata Teti.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Garut, Satria Budi berharap, kegiatan ini tidak berhenti di sini saja, namun pihaknya juga akan terus bersinergi dengan Badan Geologi dalam memberikan informasi terkait langkah-langkah mitigasi kepada masyarakat, terutama terkait bencana tsunami dan gempa bumi.

“Apalagi dengan informasi megathrust ya, megathrust seperti sangat menakutkan ternyata setelah diinformasikan (terkait) megathrust itu ya bisa menenangkan kita lah, bisa menenangkan masyarakat kalau ini diinformasikan kepada masyarakat ya,” tandasnya.

Berita Terkait

KPU Kabupaten Garut Tetapkan 50 Calon Terpilih Anggota DPRD
MUI Tarogong Kidul Gelar Raker Bahas Penguatan Amaliyah Zakat, Prosedur Kurban, dan Pilkada Garut 2024
Kepala Kemenag Garut H Saepulloh: Kloter 59 Calon Jamaah Haji Garut Akan Berangkat Bersama Calhaj Kota Bogor
DLH Kabupaten Garut Gelar Serangkaian Kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Garut: Implementasi Program Garut Zero Waste dan Eco Office untuk Masa Depan Berkelanjutan
BEM KBM IPI Garut Gelar Diskusi Publik Gagasan Bakal Calon Bupati untuk Guru 5 Tahun ke Depan
Kepala Kemenag Garut Doakan Jamaah Haji dan Pesan Pada Petugas Berikan Pelayanan Optimal
Pj Bupati Garut Pimpin Pelepasan dan Bimbingan Manasik Haji untuk 2.003 Jamaah dan 40 Petugas
Berita ini 75 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Juni 2024 - 06:25 WIB

KPU Kabupaten Garut Tetapkan 50 Calon Terpilih Anggota DPRD

Sabtu, 8 Juni 2024 - 21:52 WIB

MUI Tarogong Kidul Gelar Raker Bahas Penguatan Amaliyah Zakat, Prosedur Kurban, dan Pilkada Garut 2024

Kamis, 6 Juni 2024 - 21:25 WIB

Kepala Kemenag Garut H Saepulloh: Kloter 59 Calon Jamaah Haji Garut Akan Berangkat Bersama Calhaj Kota Bogor

Kamis, 6 Juni 2024 - 18:38 WIB

DLH Kabupaten Garut Gelar Serangkaian Kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024

Rabu, 5 Juni 2024 - 18:23 WIB

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Garut: Implementasi Program Garut Zero Waste dan Eco Office untuk Masa Depan Berkelanjutan

Senin, 20 Mei 2024 - 20:49 WIB

BEM KBM IPI Garut Gelar Diskusi Publik Gagasan Bakal Calon Bupati untuk Guru 5 Tahun ke Depan

Minggu, 19 Mei 2024 - 09:16 WIB

Kepala Kemenag Garut Doakan Jamaah Haji dan Pesan Pada Petugas Berikan Pelayanan Optimal

Jumat, 3 Mei 2024 - 18:55 WIB

Pj Bupati Garut Pimpin Pelepasan dan Bimbingan Manasik Haji untuk 2.003 Jamaah dan 40 Petugas

Berita Terbaru