Kuota Haji Garut Dipangkas! Subhan Fahmi dan Imas Aan Ubudiah Desak Pemerintah Tunda Aturan Baru

Minggu, 23 November 2025 - 15:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kuota Haji Garut Dipangkas! Subhan Fahmi dan Imas Aan Ubudiah Desak Pemerintah Tunda Aturan Baru

Kuota Haji Garut Dipangkas! Subhan Fahmi dan Imas Aan Ubudiah Desak Pemerintah Tunda Aturan Baru

WARTAGARUT.COM – Pengurus dan perwakilan jamaah calon haji Garut meminta pemerintah menunda pemberlakuan aturan baru pengurangan kuota haji 2026, setelah kuota Garut anjlok dari 1.805 menjadi hanya 109 orang.

Permintaan itu disampaikan dalam audiensi resmi dan penyerahan dokumen yang diberikan langsung oleh Ketua Aliansi Calon Jemaah Haji Garut Bersatu,  Irvan Nawawi kepada anggota DPR RI Fraksi PKB Dapil Garut–Tasik, Hj. Imas Aan Ubudiah, didampingi oleh Wakil Ketua DPRD Garut, H. Subhan Fahmi, usai Musancab PKB Garut di Ballroom Al-Musaddadiyah, Minggu (23/11/2025).

Wakil Ketua DPRD Garut, H. Subhan Fahmi  menegaskan bahwa pengurangan kuota hingga 94 persen telah menimbulkan keresahan besar di tengah masyarakat.

“Ini respon kami di DPRD karena Jumat lalu calon haji 2026 mengadu. Mereka protes karena dari kuota 2025 sebanyak 1.805 orang, sekarang hanya 109. Turunnya sangat drastis,” ujarnya.

Menurut Subhan Fahmi, jamaah merasa dirugikan karena mengikuti semua instruksi Kementerian Agama, mulai dari pembuatan paspor, bimbingan, medical check-up, hingga sebagian sudah membayar pelunasan.

Baca Juga :  Beasiswa UNIGA Jangkau Lebih dari 900 Mahasiswa, KIP Kuliah Terbanyak

“Banyak yang sudah menjual sawah atau ternak untuk persiapan. Semua dilakukan atas perintah resmi Kemenag. Ketika aturan baru muncul setelah mereka mengeluarkan biaya, tentu saja mereka keberatan,” tegasnya.

Ia memastikan DPRD Garut telah melayangkan surat ke DPR RI dan Kementerian Haji, termasuk surat resmi dari Bupati Garut.

“Harapan kami pemberlakuan regulasi ini ditunda terlebih dahulu. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14, Garut seharusnya masih bisa mendapat sekitar 1.200 kuota. Tapi kok sekarang hanya 109? Kasihan masyarakat,” kata Subhan Fahmi.

Subhan Fahmi menambahkan bahwa Anggota DPR Ri Hj. Imas Aan Ubudiah bersedia membawa persoalan ini ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementerian Haji pada Selasa mendatang.

“Beliau berjanji akan menyampaikan masalah Garut dalam RDP. Kami berharap ada pengecualian atau penundaan pemberlakuan aturan itu,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Calon Jemaah Haji Garut Bersatu, Dr. Irvan Nawawi, M.Si menyampaikan kondisi psikologis jamaah yang terguncang akibat perubahan aturan mendadak.

Baca Juga :  Montréal vs Inter Miami: Mengapa Selebrasi Suárez Jadi Sorotan?

“Ini bukan soal menolak undang-undang, tapi meminta penundaan minimal sampai 2027. Kuota Garut turun dari 1.805 menjadi 109. Banyak jamaah sudah mengikuti semua persyaratan sejak surat Kemenag 12 Agustus 2025,” katanya.

Irvan mengungkapkan, sejumlah jamaah mengalami tekanan mental karena sebelumnya telah menyiapkan diri untuk berangkat.

“Kerugian bukan hanya materi. Ada yang mentalnya down, termasuk istri saya sekarang sakit. Tetangga sudah tahu, keluarga sudah tahu akan berangkat. Dengan aturan baru ini, mereka seolah kehilangan harapan,” ujarnya.

Pihaknya meminta pemerintah mempertimbangkan keberangkatan jamaah yang sudah memenuhi 80 persen persyaratan.

“Kami mohon Teh Imas membawa aspirasi kami. Minimal jamaah yang sudah menyelesaikan tahapan administrasi diberangkatkan,” ucapnya.

Ia berharap pemerintah mengevaluasi kebijakan agar tidak memicu kebingungan dan kerugian jamaah.

“Kami siap mengikuti aturan, tapi tolong beri waktu. Jangan sampai regulasi diterapkan tergesa-gesa ketika masyarakat sudah melakukan proses panjang,” tutupnya.***

Penulis : Soni Tarsoni

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD Garut Subhan Fahmi Resmi Jadi Ketua PKB, Ungkap Agenda Besar
Sekretaris Komisi IV DPRD Garut Dorong Kepala Sekolah Dipilih Berdasarkan Kompetensi
Komisi IV DPRD Garut Kawal Pelantikan Kepala Sekolah Agar Sesuai Aturan
Wakil Ketua DPRD Garut Dukung Kemah Bela Negara 2026, H. Subhan Fahmi: Benteng Generasi Muda dari Radikalisme
Garut Hebat Fest 2026 Dibuka, H. Subhan Fahmi: Festival Musik Islami Perkuat Budaya dan Ekonomi Garut
Hj Mila Meliana Apresiasi dan Sampaikan Harapan Besar dalam Sertijab Dandim 0611 Garut
Majelis Alumni IPNU Garut Dipimpin Aceng Malki, PKB Garut Siap Dukung Kolaborasi
Aceng Malki Pimpin Majelis Alumni IPNU Garut, Siap Perkuat Kaderisasi dan Kolaborasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:17 WIB

Wakil Ketua DPRD Garut Subhan Fahmi Resmi Jadi Ketua PKB, Ungkap Agenda Besar

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:05 WIB

Sekretaris Komisi IV DPRD Garut Dorong Kepala Sekolah Dipilih Berdasarkan Kompetensi

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:33 WIB

Komisi IV DPRD Garut Kawal Pelantikan Kepala Sekolah Agar Sesuai Aturan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:48 WIB

Wakil Ketua DPRD Garut Dukung Kemah Bela Negara 2026, H. Subhan Fahmi: Benteng Generasi Muda dari Radikalisme

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:35 WIB

Garut Hebat Fest 2026 Dibuka, H. Subhan Fahmi: Festival Musik Islami Perkuat Budaya dan Ekonomi Garut

Berita Terbaru

Demiane Agustien menjadi salah satu pemain yang dipantau Timnas Indonesia.

EVENT OLAHRAGA

Terungkap! Alasan Timnas Indonesia Pantau Wonderkid Arsenal

Senin, 27 Jul 2026 - 20:23 WIB

Timnas Indonesia mematangkan persiapan sebelum menghadapi Kamboja di Piala AFF 2026.

EVENT OLAHRAGA

Indonesia vs Kamboja: 3 Fakta Penting yang Wajib Diwaspadai Garuda

Senin, 27 Jul 2026 - 19:42 WIB

Justin Hubner dipastikan belum dapat memperkuat Timnas Indonesia pada laga melawan Kamboja.

EVENT OLAHRAGA

Terungkap, Ini Alasan Justin Hubner Absen saat Indonesia vs Kamboja

Senin, 27 Jul 2026 - 19:15 WIB