WARTAGARUT.COM – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Garut berhasil meraih nilai tinggi dalam Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) tahun 2026, sebagai hasil dari strategi sistematis yang diterapkan pimpinan madrasah dalam membangun budaya integritas, meningkatkan kualitas layanan publik, serta memperkuat tata kelola pendidikan menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan MAN 1 Garut dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme di lingkungan pendidikan.
Nilai tinggi PMPZI juga menegaskan komitmen madrasah dalam mendukung program reformasi birokrasi di sektor pendidikan.
Kepala MAN 1 Garut, Drs. H. Sarip Asbuloh, M.Pmat., menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan seluruh unsur madrasah.
“PMPZI bukan sekadar penilaian administratif. Ini adalah cerminan dari kerja kolektif untuk membangun sistem yang bersih, jujur, dan melayani,” ujar Sarip Asbuloh melalui rilis kepada Redaksi Warta Garut, Pada Senin, (2/2/2026).
Menurutnya, strategi utama yang diterapkan adalah memperkuat komitmen internal melalui sosialisasi nilai integritas, penataan administrasi, serta optimalisasi layanan berbasis digital.
“Kami mulai dari pembenahan manajemen, peningkatan disiplin, hingga transparansi dalam setiap layanan kepada siswa dan orang tua,” katanya.
Dalam proses meraih nilai tinggi PMPZI, kata Ia, MAN 1 Garut juga membentuk tim khusus Zona Integritas yang bertugas melakukan evaluasi rutin, pemetaan risiko, serta perbaikan berkelanjutan terhadap setiap indikator penilaian.
Tim tersebut secara aktif melakukan pendampingan kepada tenaga pendidik dan kependidikan agar seluruh prosedur kerja berjalan sesuai standar yang ditetapkan Kementerian Agama.
H. Sarip Asbuloh menambahkan, salah satu perubahan nyata yang dirasakan masyarakat adalah peningkatan kualitas pelayanan administrasi.
“Sekarang pelayanan lebih cepat, terbuka, dan bisa dipantau. Kami mengurangi praktik birokrasi berbelit agar siswa dan wali merasa nyaman,” ungkapnya.
Selain itu, menurut H Sarip, madrasah juga mengembangkan sistem pengaduan terpadu sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan dan pengawasan publik.
Upaya menjaga konsistensi integritas dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, penguatan pengawasan internal, serta penegakan disiplin yang adil dan transparan.
“Kami rutin melakukan evaluasi, memberikan teladan, dan memastikan setiap pelanggaran ditindak sesuai aturan,” tegas Sarip.
Ia menilai, integritas harus menjadi budaya, bukan sekadar slogan. Oleh karena itu, MAN 1 Garut menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan profesionalisme sejak dini kepada seluruh warga madrasah.
Terkait target ke depan, MAN 1 Garut menargetkan perolehan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) sebagai bentuk pengakuan atas tata kelola yang bersih dan berkualitas.
“Target kami jelas, yakni meraih WBK dan menjadi rujukan madrasah berintegritas di Jawa Barat,” ujar H. Sarip.
Ia optimistis, dengan dukungan seluruh pihak, MAN 1 Garut mampu mempertahankan capaian PMPZI sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.***
Penulis : Soni Tarsoni


















Komentar