WARTAGARUT.COM – Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Aceng Malki, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh besar Nahdlatul Ulama, yakni Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan dan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya bentuk pengakuan negara terhadap jasa besar dua ulama karismatik ini, tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan Islam rahmatan lil ‘alamin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Alhamdulillah, ini kebanggaan bagi umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama. Syaikhona Kholil dan Gus Dur adalah dua sosok ulama pejuang yang telah menanamkan dasar nilai keislaman yang moderat, toleran, dan penuh kasih sayang. Negara akhirnya mengakui perjuangan besar mereka,” ujar H. Aceng Malki, yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatul Faizien Garut, kepada WartaGarut.com Pada Selasa (11/11/2025).
Aceng Malki menjelaskan bahwa Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan adalah guru besar para ulama Nusantara, termasuk KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama.
Sedangkan KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) merupakan simbol pluralisme, demokrasi, dan kemanusiaan dalam sejarah Indonesia modern.
“Keduanya hidup di zaman berbeda, tapi memiliki semangat yang sama: membela kebenaran dan mempersatukan bangsa,” ungkapnya.
Ia menilai, penetapan kedua tokoh ini sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto menunjukkan arah kebijakan nasional yang menghargai kontribusi tokoh agama dalam membangun peradaban bangsa.
Aceng Malki juga mengajak generasi muda untuk meneladani semangat keilmuan dan perjuangan kedua tokoh tersebut.
“Gus Dur mengajarkan keberanian berpikir dan kemanusiaan tanpa batas. Syaikhona Kholil menanamkan keikhlasan dan keilmuan yang mendalam. Dua nilai ini harus jadi panduan generasi muda saat ini,” katanya.
Ia berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi pesantren, santri, dan masyarakat luas untuk terus berperan aktif membangun bangsa dengan semangat keilmuan, keikhlasan, dan persaudaraan.
“Pahlawan bukan hanya yang angkat senjata, tapi juga mereka yang berjuang dengan pikiran, nilai, dan ilmu,” tutupnya.***












