Pemkab Garut Tetapkan Kasus Difteri Kejadian Luar Biasa

- Jurnalis

Selasa, 21 Februari 2023 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Garut, Rudy Gunawan, memberikan keterangan terkait kasus difteri seusai mengikuti acara HPSN Tahun 2023 Tingkat Kabupaten Garut, di Kantor DLH Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (21/2/2023). (Foto : Deni Seftiana/Diskominfo Garut)

Bupati Garut, Rudy Gunawan, memberikan keterangan terkait kasus difteri seusai mengikuti acara HPSN Tahun 2023 Tingkat Kabupaten Garut, di Kantor DLH Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (21/2/2023). (Foto : Deni Seftiana/Diskominfo Garut)

WARTA GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menetapkan kasus penyakit difteri di Kabupaten Garut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Demikian tercantum dalam Surat Keputusan Bupati (Kepbup) Garut nomor 100.3.3.2/KEP.91-DINKES/2023, tanggal 20 Februari 2023, tentang Penetapan KLB Penyakit Difteri.

Penetapan ini seiring merebaknya kasus penyakit difteri di wilayahnya, terutama di Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut.

Difteri sendiri merupakan penyakit menular akibat infeksi bakteri _Corynebacterium Diphteria_, yang ditandai dengan gejala batuk akut, demam, lemas, dan pembengkakan kelenjar getah bening selaput lendir.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengatakan, salah satu penyebab merebaknya difteri ini karena beberapa korban tidak divaksin lengkap untuk imunisasi difteri.

“Nah difteri ini sudah dinyatakan KLB, jadi saya sudah tandatangani bahwa difteri di Kabupaten Garut dinyatakan kejadian luar biasa, dan ada yang meninggal dunia itu diakibatkan bahwa mereka itu tidak mendapatkan vaksin sejak awal, jadi daerah itu punya kepercayaan tidak perlu divaksin, harusnya kan dari awal, (jadi) tidak lengkap,” ujar Bupati Garut dihadapan awak media seusai mengikuti peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2023 Tingkat Kabupaten Garut, di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Selasa (21/2/2023).

Baca Juga :  STAI Al Musaddadiyah Garut Luncurkan Program KKM Desa Emas 2024 untuk Penguatan Literasi Masyarakat

Atas kejadian tersebut, imbuh Rudy, pihaknya akan melakukan Vaksin Difteri kepada anak-anak yang ada di Kabupaten Garut.

“Tapi kita di Pangatikan dulu, satu Kecamatan Pangatikan akan dilakukan gerakan, nanti saya akan pimpin ya pada hari Senin depan, itu akan ada secara massal dilakukan terhadap anak-anak yang balita sampai dengan anak-anak di bawah 9-10 tahun, nanti bagaimana teknisnya ya yang akan dilakukan. Nah nanti kita akan lakukan se-Kabupaten Garut,” imbuhnya.

Berdasarkan laporan yang diterima dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Rudy mengatakan hingga saat ini ada sekitar 7 orang yang meninggal dunia dalam jangka waktu beberapa bulan ke belakang.

“Nah sekarang ini difteri ini menyerang anak-anak di bawah 15 tahun, makanya dilakukan _gujes_ (penyuntikan vaksin difteri) dulu ya, datang ke sekolah-sekolah, jadi kalau di sini dari Dinkes itu ini usia 2 bulan sampai dengan 15 tahun,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan dari Dinkes Garut, per hari Minggu (19/2/2023) ada 8 orang yang melakukan isolasi mandiri, 3 orang dirawat di rumah sakit, dan 7 orang diketahui meninggal dunia akibat Difteri ini.

Adapun beberapa upaya yang dilakukan oleh Dinkes Garut, menurut keterangan Sekretaris Dinkes Garut, dr. Leli Yuliani, yakni melakukan penyelidikan epidemiologi suspek kasus difteri di Kampung Cilegong, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangatikan. Pihaknya menyarankan untuk melakukan isolasi dan pembatasan aktvitas pada terduga kasus, meyiapkan evakuasi rujukan kasus ke rumah sakit rujukan bilamana terjadi perburukan, melakukan pemeriksaan dan pengobatan pada kasus terduga difteri dan profilaksis pada kontak erat dengan kasus.

Baca Juga :  Dua Siswa MAN 1 Garut Raih Juara di KSM 2024 dan Lanjut ke Tingkat Provinsi

Kemudian melakukan pemantauan pada pasien terduga kasus difteri serta populasi berisiko lainnya. Selanjutnya, melakukan pengambilan dan pengiriman specimen ke Labkesda Provinsi Jawa Barat, serta melakukan koordinasi dengan lintas sektor di antaranya dengan pemerintahan setempat yaitu Pemerintahan Desa Sukahurip, RW hingga Kader setempat.

“Yang akan dilakukan adalah ORI (atau) _Outbreak Response Immunization_ untuk anak 2 bulan sampai 15 tahun di Kecamatan Pangatikan, dimulai hari Senin 27 Februari 2023,” tandasnya.

Sementara, mengutip dari Kepbup Garut terkait Penetapan KLB Penyakit Difteri, bahwa jangka waktu penanggulangan untuk penyakit Difteri ini adalah 10 bulan, terhitung sejak bulan Februari 2023 sampai dengan bulan November 2023.

Selain itu, pembiayaan yang diperlukan untuk penanggulangan KLB Penyakit Difteri ini, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut dan sumber lain yang sah sesuai ketentuan perundang-undangan.

Berita Terkait

PDAM Tirta Intan Garut Gelar Screening Kesehatan untuk Karyawan, Prioritaskan Kesehatan dan Kinerja
STIKES Karsa Husada Garut Dipercaya untuk Pengiriman Tenaga Kesehatan ke Jepang
dr. Hani Firdiani Berikan Pelatihan dan Motivasi Kader Posyandu dalam Penguatan Penanganan Stunting
Peran Penting Kesehatan Remaja dan Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting pada Bayi dan Balita
Peringati Hari AIDS Sedunia: dr. Hani Firdiani Caleg PKS, DPR RI, Tekankan Pentingnya Pencegahan HIV/AIDS
Lutfi Wasi Raih 2 Penghargaan Bidang Kesehatan dari Bupati Garut dan KNPI Kabupaten Garut
Wabup Garut: Rencana Pengembangan Layanan Kesehatan 2024, Rumah Sakit Paru hingga Rumah Sakit Ibu Anak di Garut
Wakil Bupati Garut Dr. Helmi Budiman Apresiasi Pembukaan Klinik Hasna Medika
Berita ini 79 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 17:08 WIB

PDAM Tirta Intan Garut Gelar Screening Kesehatan untuk Karyawan, Prioritaskan Kesehatan dan Kinerja

Kamis, 25 April 2024 - 07:44 WIB

STIKES Karsa Husada Garut Dipercaya untuk Pengiriman Tenaga Kesehatan ke Jepang

Minggu, 31 Desember 2023 - 19:54 WIB

dr. Hani Firdiani Berikan Pelatihan dan Motivasi Kader Posyandu dalam Penguatan Penanganan Stunting

Kamis, 21 Desember 2023 - 10:45 WIB

Peran Penting Kesehatan Remaja dan Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting pada Bayi dan Balita

Jumat, 1 Desember 2023 - 16:25 WIB

Peringati Hari AIDS Sedunia: dr. Hani Firdiani Caleg PKS, DPR RI, Tekankan Pentingnya Pencegahan HIV/AIDS

Senin, 30 Oktober 2023 - 11:25 WIB

Lutfi Wasi Raih 2 Penghargaan Bidang Kesehatan dari Bupati Garut dan KNPI Kabupaten Garut

Senin, 9 Oktober 2023 - 20:57 WIB

Wabup Garut: Rencana Pengembangan Layanan Kesehatan 2024, Rumah Sakit Paru hingga Rumah Sakit Ibu Anak di Garut

Senin, 9 Oktober 2023 - 07:29 WIB

Wakil Bupati Garut Dr. Helmi Budiman Apresiasi Pembukaan Klinik Hasna Medika

Berita Terbaru