Ponpes Cipari Garut Apresiasi Ratusan Santri Penghafal Al-Qur’an dan Kitab

- Jurnalis

Minggu, 21 Desember 2025 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ponpes Cipari Garut Apresiasi Ratusan Santri Penghafal Al-Qur’an dan Kitab

Ponpes Cipari Garut Apresiasi Ratusan Santri Penghafal Al-Qur’an dan Kitab

WARTAGARUT.COM – Pondok Pesantren (Ponpes) Cipari menggelar Penganugerahan Penghafal Al-Qur’an dan Mutun ke-8 di Aula Pondok Pesantren Cipari, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, Ahad (21/12/2025).

Kegiatan ini menjadi momentum penting transformasi kurikulum pesantren dengan memadukan dua kompetensi utama, yakni hafalan Al-Qur’an dan hafalan kitab (mutun).

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Cipari, Ustaz Suherlan S. Hi., menjelaskan bahwa konsep acara tahun ini sengaja dirancang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Ia mengungkapkan, Jika sebelumnya kegiatan difokuskan pada khatmil Qur’an dengan batasan jumlah hafalan tertentu, kini pesantren mengusung tema “Haflat al-Syukr li Huffazh al-Qur’an wa al-Mutun” sebagai bentuk apresiasi yang lebih inklusif.

“Tahun ini kami memadukan dua kompetensi, yaitu penghafal Al-Qur’an dan penghafal kitab. Berapapun hafalan santri, minimal satu juz, tetap kami tampilkan dan kami apresiasi,” ujar Ustaz Suherlan.

Ia menegaskan, Pondok Pesantren Cipari tidak hanya berorientasi pada penguatan kecerdasan intelektual (IQ), tetapi juga menempatkan spiritual quotient (SQ) sebagai fondasi utama pendidikan santri

“Pesantren adalah lembaga pendidikan moral dan karakter. Ilmu itu hasilnya adalah adab,” kata Ustaz Suherlan.

“Karena itu, yang kami perkuat bukan hanya hafalan, tetapi pembiasaan spiritual agar santri memiliki akhlak yang kuat,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua MUI Garut Tegaskan Peneguhan Amanah Keumatan di Masa Khidmat 2025–2030

Menurut Ustaz Suherlan, pendekatan ini penting agar santri tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara kepribadian

Melalui pembiasaan dan pendampingan spiritual, kata Ia, santri diarahkan menjadi pribadi yang beretika dalam kehidupan bermasyarakat.

Ustaz Suherlan menambahkan, perubahan konsep ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi santri.

Ia menerangkan, Jika sebelumnya hanya santri dengan hafalan tertentu yang tampil, kini seluruh santri dilibatkan aktif dalam haflah.

“Dulu terbatas, sekarang semua aktif. Baik hafalan Al-Qur’an maupun hafalan kitab, meski baru sepertiga, tetap kami tampilkan. Ini agar santri lebih termotivasi dan tidak merasa minder,” ujarnya.

Konsep ini, lanjut dia, akan diterapkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari kurikulum resmi pesantren, termasuk pada agenda wisuda santri ke depan.

Ustaz Suherlan, Pesantren Cipari juga menerapkan sistem pemetaan kompetensi sejak semester awal untuk menentukan jalur penguatan hafalan Al-Qur’an atau kitab sesuai kemampuan santri.

“Semester pertama menjadi masa seleksi. Jika santri kuat di Al-Qur’an, maka fokus tahfidz diperkuat. Jika lemah, kami arahkan ke hafalan kitab dengan porsi lebih besar. Semua jalur kami siapkan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Ustaz Yusup Sulaeman, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 260 santriwan dan santriwati.

Baca Juga :  Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Pengurus MUI Garut 2025–2030

Dari jumlah tersebut, kata Ia, Tiga santri telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz, sementara 101 santri masuk kategori fabul hafizhan atau calon penghafal Al-Qur’an, dan 159 santri lainnya berada di jalur tahfidz mutun atau hafalan kitab.

“Acara ini adalah wujud syukur atas perjalanan panjang anak-anak kami dalam menempuh pendidikan kepesantrenan, terutama dalam memahami dan menghafalkan Al-Qur’an serta kitab,” ujar Ustaz Yusup.

Ia menambahkan, capaian para santri layak diapresiasi karena diraih melalui pengorbanan, kedisiplinan, dan kesungguhan dalam belajar.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi petunjuk dalam menghadapi dinamika kehidupan di masa depan.

“Kami berharap ilmu ini menjadi cahaya yang menuntun mereka dalam pahit getirnya kehidupan,” katanya.

Ustaz Yusup juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, mulai dari yayasan, orang tua wali santri, hingga para donatur.

“Tanpa dukungan moril dan materil dari berbagai pihak, acara ini tidak mungkin terlaksana. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Menutup keterangannya, ia menyampaikan permohonan maaf atas berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan kegiatan dan berharap evaluasi ke depan dapat menjadikan acara serupa lebih baik dan lebih sempurna.***

Penulis : Soni Tarsoni

Berita Terkait

Pesta Patok Piala Rektor Uniga, Domba Garut Didorong Jadi Motor Ekonomi Daerah
Membanggakan, Santri Al Mashduqi IIBS Garut Raih Medali Emas Kimia Tingkat Nasional
Apresiasi Nyata, SMK Muhammadiyah Garut Gratiskan SPP untuk Siswa Peringkat Terbaik
Bangga! Siswa SMK Muhammadiyah Garut Juara Olimpiade PKN dan Matematika Tingkat Nasional
STIKes Karsa Husada Garut Resmi Buka KKN PKMD Bertema 1000 Hari Pertama Kehidupan
BEM Universitas Garut Resmi Dilantik, Ini Pesan Penting Rektor Uniga
Kepala SMK Muhammadiyah Nilai Kehadiran Menteri Bawa Angin Segar Pendidikan Garut
Bupati Garut Ungkap Fakta Dampak Putus Sekolah: Nikah Dini hingga Masalah Sosial
Berita ini 152 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 10:52 WIB

Pesta Patok Piala Rektor Uniga, Domba Garut Didorong Jadi Motor Ekonomi Daerah

Senin, 12 Januari 2026 - 16:29 WIB

Membanggakan, Santri Al Mashduqi IIBS Garut Raih Medali Emas Kimia Tingkat Nasional

Senin, 12 Januari 2026 - 15:09 WIB

Bangga! Siswa SMK Muhammadiyah Garut Juara Olimpiade PKN dan Matematika Tingkat Nasional

Minggu, 11 Januari 2026 - 14:42 WIB

STIKes Karsa Husada Garut Resmi Buka KKN PKMD Bertema 1000 Hari Pertama Kehidupan

Minggu, 11 Januari 2026 - 14:20 WIB

BEM Universitas Garut Resmi Dilantik, Ini Pesan Penting Rektor Uniga

Berita Terbaru

error: Content is protected !!