SOSOK Kang Bahar Preman Pensiun, Ditakuti Tanpa Banyak Bicara, Ternyata Ini Rahasianya!

Rabu, 1 April 2026 - 17:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SOSOK Kang Bahar Preman Pensiun, Ditakuti Tanpa Banyak Bicara, Ternyata Ini Rahasianya! (Sumber: FB: Molya Nage)

SOSOK Kang Bahar Preman Pensiun, Ditakuti Tanpa Banyak Bicara, Ternyata Ini Rahasianya! (Sumber: FB: Molya Nage)

WARTAGARUT.COM – Sosok Kang Bahar dalam serial Preman Pensiun tampil bukan sekadar sebagai pemimpin kelompok preman, tetapi sebagai figur patriark yang membangun fondasi moral dalam dunia jalanan.

Diperankan oleh almarhum Didi Petet, Kang Bahar dikenal memiliki wibawa yang kuat tanpa perlu menunjukkan kekerasan secara berlebihan.

Ia mampu mengendalikan wilayah seperti pasar dan terminal hanya dengan kehadirannya, tanpa harus meninggikan suara atau memamerkan kekuatan fisik.

Meski jarang diperlihatkan bertarung, reputasinya sebagai petarung kelas atas diakui oleh banyak pihak, termasuk Kang Mus.

Sosoknya digambarkan sebagai figur yang sulit dikalahkan dan memiliki kekuatan yang disegani.

Namun kekuatan utama Kang Bahar tidak hanya terletak pada fisik, melainkan pada prinsip dan aturan yang ia tanamkan.

Baca Juga :  Duta Baca GELIS MASAGI MTsN 1 Garut Dorong Budaya Literasi Siswa

Ia menetapkan bahwa preman tidak boleh merugikan pedagang kecil maupun masyarakat lemah. Baginya, premanisme adalah cara menjaga ketertiban, bukan alat untuk melakukan kesewenang-wenangan.

Nilai-nilai tersebut menjadi pembeda utama dalam kepemimpinannya. Ia menciptakan sistem yang menekankan etika, rasa hormat terhadap sesama, serta tanggung jawab sosial di dalam struktur kelompoknya.

Di sisi lain, karakter Kang Bahar juga menunjukkan kontras yang kuat antara kehidupan di jalanan dan kehidupan pribadi.

Di hadapan keluarganya, ia digambarkan sebagai sosok yang lembut dan penuh kasih, terutama kepada istri dan anak-anaknya.

Keputusan untuk meninggalkan dunia premanisme menjadi salah satu momen penting dalam alur cerita.

Motivasi tersebut didorong oleh komitmennya terhadap keluarga, yang menunjukkan bahwa bagi Kang Bahar, nilai kemanusiaan dan cinta memiliki tempat yang lebih tinggi dibandingkan kekuasaan.

Baca Juga :  Inter vs Fiorentina: Preview, Jadwal, Statistik

Hubungan antara Kang Bahar dan Kang Mus mencerminkan proses regenerasi kepemimpinan.

Ia tidak hanya mewariskan wilayah kekuasaan, tetapi juga nilai dan cara berpikir.

Kang Mus dibentuk menjadi pemimpin yang tidak hanya kuat, tetapi juga bijaksana dalam mengambil keputusan.

Pengaruh Kang Bahar tetap terasa bahkan setelah ia tidak lagi hadir. Sosoknya menjadi standar moral yang terus dijadikan acuan dalam setiap langkah kepemimpinan di dunia yang ia tinggalkan.

Karakter ini merepresentasikan konsep kepemimpinan berbasis nilai.

Ia menunjukkan bahwa kekuatan sejati tidak diukur dari seberapa besar kekuasaan yang dimiliki, melainkan dari seberapa besar rasa aman yang dapat diberikan kepada orang lain di sekitarnya.***

Follow WhatsApp Channel wartagarut.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kondisi Terbaru Dede Sunandar Usai Pingsan Dipukul Vicky Prasetyo
1 Oktober 2026 Hari Apa? Ini Hari Penting dan Status Liburnya
Guruh Soekarnoputra Wafat, Ini Jejak Seni dan Politiknya
Polsek Cilawu Pasang Traffic Mirror di 3 Tikungan Rawan Blind Spot
Daratan Baru Muncul di Dekat Krakatau, Luasnya Capai 30,3 Hektare
Planet Venus dan Bulan Sabit Berdekatan di Langit Indonesia, Ada Fenomena Okultasi
Amanda Rigby Jadi Sorotan, Ini Profil Amanda Lintang Larasati yang Dikaitkan dengan Andre Taulany
10 Nama Lolos Seleksi Pimpinan BAZNAS Garut 2026-2031, Ini Daftarnya

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Kondisi Terbaru Dede Sunandar Usai Pingsan Dipukul Vicky Prasetyo

Rabu, 30 September 2026 - 20:05 WIB

1 Oktober 2026 Hari Apa? Ini Hari Penting dan Status Liburnya

Sabtu, 26 September 2026 - 16:26 WIB

Guruh Soekarnoputra Wafat, Ini Jejak Seni dan Politiknya

Jumat, 25 September 2026 - 12:46 WIB

Polsek Cilawu Pasang Traffic Mirror di 3 Tikungan Rawan Blind Spot

Kamis, 24 September 2026 - 06:26 WIB

Daratan Baru Muncul di Dekat Krakatau, Luasnya Capai 30,3 Hektare

Berita Terbaru

Ilustrasi Persebaya Surabaya menang 3-1 atas Madura United dalam Derbi Suramadu di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (26/10/2026).

Olahraga

Persebaya vs Madura United 3-1, Bajul Ijo Menang Dramatis

Senin, 26 Okt 2026 - 21:23 WIB

Ilustrasi kondisi langit di wilayah Kabupaten Garut.

GARUT TERKINI

Prakiraan Cuaca Garut Hari Ini 26 Oktober 2026, Cek Potensi Hujan

Senin, 26 Okt 2026 - 06:44 WIB