WARTAGARUT.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Garut membentuk Tim OSINT (Open Source Intelligence) sebagai upaya memperkuat sistem pengamanan.
Tim yang beranggotakan tujuh petugas khusus ini dibentuk langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Garut, Rusdedy, dan ditempatkan di ruang kontrol untuk memantau keamanan berbasis teknologi dan intelijen.
Kalapas Rusdedy menegaskan, pengamanan lapas kini tidak cukup hanya mengandalkan kunci dan jeruji.
“Keamanan lapas sekarang bukan sekadar gembok dan pagar, tetapi juga membaca pola perilaku, jejak digital, dan jaringan luar. Inilah kekuatan utama OSINT,” ujarnya, Jumat (12/9/2025).
Profiling Menyeluruh
Salah satu tugas utama Tim OSINT adalah melakukan profiling. Pemantauan dilakukan terhadap berbagai aspek, mulai dari warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang mencakup perubahan sikap, riwayat perkara, hingga pola komunikasi, hingga petugas untuk memastikan integritas dan mencegah penyalahgunaan wewenang.
Selain itu, pengawasan juga dilakukan terhadap pengunjung keluarga, dengan memperhatikan hasil body scanner, bahasa tubuh, percakapan, hingga frekuensi kunjungan. Tamu pembinaan maupun dinas turut diperiksa agar tujuan kedatangan sesuai agenda tanpa menimbulkan celah keamanan.
Profiling tidak hanya berlaku pada manusia, melainkan juga terhadap barang, logistik, paket kiriman, bangunan, pagar lapas, hingga waktu rawan seperti pergantian regu jaga atau listrik padam.
Perpaduan Teknologi dan Informasi
Dalam tugasnya, Tim OSINT diperkuat oleh teknologi modern seperti CCTV, body scanner, jammer, serta analisis digital pada media sosial dan marketplace.
Selain itu, tim juga didukung oleh agen informasi baik dari internal WBP, petugas tersamar, aparat eksternal, hingga masyarakat sekitar.
Informasi yang diperoleh diverifikasi, kemudian dikombinasikan dengan data OSINT untuk menghasilkan laporan intelijen.
Laporan ini menjadi dasar berbagai langkah cepat, seperti razia mendadak, pemindahan WBP, pengetatan area rawan, hingga koordinasi dengan Polri dan BNN.
Deteksi Dini
Rusdedy menekankan, keberadaan Tim OSINT menjadikan Lapas Garut bergerak lebih proaktif.
“Dengan OSINT, kita bisa mendeteksi masalah sebelum muncul. Ini membuat pengamanan lebih efektif,” katanya.
Meski kinerja tim tidak terlihat langsung oleh publik, keberhasilannya dapat dirasakan dari kondisi Lapas Garut yang tetap aman dan tertib.
Dengan terobosan ini, Lapas Garut menjadi salah satu pionir dalam penerapan pengamanan pemasyarakatan berbasis teknologi, analisis perilaku, dan jaringan intelijen.***
Penulis : Soni Tarsoni












