WARTA GARUT – Ketua Alisa (Asosiasi Pengusaha Muslimah Se-Indonesia) Khadijah ICMI Kab.Garut, Hj.Yayah Rokayah S.Kom, menggelar silaturahmi bersama komunitas UMKM RUMAH KAMI pimpinan Dadang Budiawan ST, bersama Nara Sumber lainnya AKBP Drs Ade Najmulloh dan Budayawan Irwan Hendarsyah SE bertempat di Bakso Iga Garut, Jl Pembangunan No 232 Garut.
Kegiatan Silaturahmi Komunitas UMKM Rumah Kami bertema ”Strategi Pengembangan Bisnis UMKM bersama UMKM Rumah Kami, diisi oleh narasumber : AKBP. Drs. Ade Najmulloh, Hj. Yayah Rokayah, S.Kom, Irwan hendarsyah, S.Kom, Dadang Budiwan, ST, Harry Agustian, SS.

Penasehat UMKM Rumah Kami, Hj. Yayah Rokayah, S.Kom, menyatakan bahwa produk-produk UMKM Garut memiliki potensi yang luar biasa, karena didukung oleh sumber daya alam yang melimpah. Ia menilai bahwa UMKM Rumah Kami bisa menjadi wadah untuk para UMKM yang sebelumnya berjualan secara mandiri.
Selain itu, kata Ketua Asosiasi Pengusaha Muslimah Se-Indonesia atau Alisa Khadijah ICMI Cabang Garut, Pihaknya Membantu dalam pengemasan produk agar lebih menarik dan layak untuk dijual, bahkan hingga bisa masuk ke minimarket dan pasar internasional.
“Kita ada pameran besar, Produk UMKM Garut bisa ikut sertakan di event negara lain, apalagi produk Garut itu sungguh luar biasa terkenal seperti kopi terkenal banget, dari segi makannya dodol Garut Juga terkenal,”katanya
Ketua UMKM Rumah Kami Dadang Budiwan,ST, menuturkan, Dalam pengembangan bisnis UMKM, Strategi yang akan dilakukan oleh Rumah Kami. yakni, Membangun legalitas para UMKM seperti NIB, PIRT, Sertifikat Halal, dan Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Kemudian membangun SDM agar mereka terus meningkat dan menaikkan kelasnya.
“Selain itu kita juga membangun promosi yang lebih baik,”tuturnya saat diwawancarai usai kegiatan itu, di Restoran Bakso Iga Garut (BIG), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Sabtu (12/3/2023).
Ia mengakui, bahwa tantangan dalam pengembangan bisnis UMKM sangat banyak, seperti dari sisi permodalan dan packaging.
“Kami optimis bahwa dengan membangun sumber daya manusia yang baik di Garut, Para UMKM bisa meningkat kelas, ke level yang lebih tinggi,”ujarnya.
Pihaknya berharap, Pemerintah Kabupaten Garut melakukan pemberdayaan di sumber daya yang ada. Selain itu, adaptasi yang dilakukan dalam pengembangan bisnis UMKM saat ini adalah dengan berubah ke arah online. Dadang menekankan pentingnya para pelaku UMKM menyikapi perkembangan teknologi dengan mulai beradaptasi dan belajar agar bisa berkembang.
“Menurut kami, Pelatihan digital marketing bagi para UMKM sangat penting untuk dilakukan oleh pemerintah, mengingat era digital yang semakin berkembang saat ini,”katanya.
Pembina UMKM Rumah Kami AKBP. Drs. Ade Najmulloh mengatakan, bahwa masih banyak UMKM di Garut yang belum mendapatkan legalitas usahanya. Menurutnya, faktornya mungkin karena banyaknya UMKM yang berkembang di Garut, sehingga belum semuanya terlayani, meskipun pelaku ekonomi dapat melakukan melalui OSS karena sudah ada aplikasinya.
Namun, karena keterbatasan para pelaku UMKM dalam segi IT, mereka masih membutuhkan pendamping. Namun, pembuatan legalitas melalui OSS gratis.
“Kami menyarankan agar dinas terkait, bisa merekrut para ketua UMKM untuk membantu anggotanya dalam pembuatan legalitas produknya,”ujarnya
Ia menyebutkan, Kontribusi UMKM terhadap pemerintah sangat besar, terbukti pada masa pandemi COVID-19, UMKM tetap bertahan dan menjadi penopang perekonomian negara.
“UMKM dapat menjadi solusi untuk mengurangi pengangguran, kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, serta pemerataan pendapatan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang pendapatannya per kapita masih rendah,”ujarnya.












