WARTAGARUT.COM– Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr. KH. Ahmad Zubaidi, MA, menyampaikan pesan penting kepada para pengurus OSIS dan ROHIS se-Kabupaten Garut dalam acara Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Literasi Media Sosial yang digelar di Aula Kantor MUI Garut, Sabtu (31/5/2025).
Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya memerangi hoaks dan konten yang berpotensi memecah belah bangsa.
“NKRI ini bentuk negara yang paling ideal. Jangan sampai generasi muda terjebak oleh isu-isu yang ingin memecah belah kesatuan lewat media sosial,” tegas KH Ahmad Zubaidi.
Menurutnya, era digital saat ini menyimpan potensi besar sekaligus ancaman serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama jika generasi muda tidak bijak dalam mengonsumsi dan membagikan informasi di media sosial.
“Dari Sabang sampai Merauke itu saling kait-mengait. Jangan pernah merasa bisa hidup sendiri sebagai suku, agama, atau wilayah. Persatuan itu rahmat dari Allah,” ujarnya.
Dengan materi bertajuk “Dakwah Itu Kekinian: Menyemai Fiqh Anti-Hoax di Era Serba Digital”, KH Ahmad Zubaidi mengajak pelajar untuk menjadikan media sosial sebagai ladang dakwah yang mencerahkan dan memperkuat rasa kebangsaan.
Ia juga mengingatkan agar generasi Z, yang dikenal sangat dekat dengan teknologi, mampu menjadi filter utama terhadap derasnya arus informasi yang tidak semuanya benar.
“Anak-anak muda adalah ujung tombak masa depan. Kalau kita tidak bisa menjaga persatuan sekarang, maka kalianlah yang akan menanggung akibatnya nanti,” tuturnya.
Acara ini merupakan kerja sama antara MUI Pusat dan MUI Kabupaten Garut, sebagai bentuk nyata pembinaan ideologi kebangsaan yang dikombinasikan dengan edukasi literasi digital kepada para pelajar.
Penulis : Soni Tarsoni

















