WARTAGARUT.COM – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Garut, Dr. H. Saepulloh, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila dalam dunia pendidikan.
Hal itu ia sampaikan saat memberikan sambutan pada acara Kajian Implementasi Pendidikan Pancasila dan BTU Pendidikan Pancasila pada Satuan Pendidikan di bawah koordinasi Kemenag, yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI di Hotel Mercure Garut, Selasa (23/9/2025).
Dalam arahannya, Saepulloh menyinggung Asta Cita, delapan agenda prioritas pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, salah satu poin paling fundamental adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia.
“Memperkokoh ideologi Pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui Asta Cita bangsa Indonesia dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila di segala dimensi kehidupan, mulai dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital.
“Kalau suatu bangsa sudah tidak lagi mengindahkan nilai-nilai ideologinya, maka tunggu kehancurannya,” tegas Saepulloh.
Khusus di dunia pendidikan, ia menekankan bahwa penanaman Pancasila harus dilakukan sejak dini, tidak hanya melalui mata pelajaran formal tetapi juga praktik keseharian.
“Sekolah harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter, dan kuat dalam integritas moral. Madrasah memiliki peran sentral dalam membentuk generasi emas bangsa yang pancasilais,” tandasnya.
Acara ini diikuti 300 peserta, terdiri dari 250 peserta asal Kabupaten Garut dan 50 peserta dari Kota Tasikmalaya. Hadir pula Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya, Kasubbag TU Kemenag Garut, para kepala madrasah negeri dan swasta, serta wakil kepala kurikulum dari Garut dan Tasikmalaya.***
Penulis : Soni Tarsoni

















