WARTAGARUT.COM — Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di SMK Muhammadiyah Garut berlangsung khidmat pada Senin (25/11/2025).
Upacara dipimpin oleh Drs. H. Nur Komarudin, M.Pd, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, yang hadir sebagai pembina upacara dan memberikan amanat penting mengenai arah pembelajaran nasional.
Dalam amanatnya, H. Nur Komarudin menjelaskan bahwa pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen kini tengah mendorong implementasi Pembelajaran Mendalam (deep learning) secara bertahap di sekolah.
Pendekatan ini, kata Ia, selaras dengan strategi pendidikan Muhammadiyah yang sejak lama mengintegrasikan kurikulum ISMUBA (Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa) dalam pembelajaran.
“Pembelajaran Mendalam tidak berhenti pada hafalan, tetapi menguatkan pemahaman konsep secara holistik. Tujuannya membentuk generasi kritis, kreatif, dan adaptif,” pesan Nur Komarudin dalam amanatnya.
Ia menegaskan bahwa paradigma baru ini memperkuat orientasi pendidikan berbasis praktik.
Kurikulum diarahkan untuk memberi keterampilan spesifik, pengalaman industri melalui magang, dan sertifikasi kompetensi agar lulusan siap bekerja setelah tamat sekolah.
Kepala SMK Muhammadiyah Garut, Yan Yan, S.Pd.I, mengapresiasi kehadiran H. nur Komarudin dalam peringatan HGN tahun ini.
Ia menegaskan bahwa momentum Hari Guru merupakan sarana muhasabah bagi para pendidik untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan karakter siswa.
“Pak Nur Komarudin menyampaikan pesan agar guru mampu menguasai kurikulum baru yang menekankan pembelajaran mendalam, serta melayani siswa dengan hati,” ujar
Yan Yan.Amanat Pembina Upacara: Pemerintah Dorong Pembelajaran Mendalam
Yan Yan menambahkan bahwa guru SMK Muhammadiyah Garut perlu memperkuat tiga pengalaman belajar utama: memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi.
Siswa pun didorong memanfaatkan perangkat gadget secara optimal sebagai bagian dari literasi digital.
“Hari Guru tahun ini kami maknai sebagai ruang refleksi agar kualitas pembelajaran terus meningkat sehingga lahir lulusan yang kompeten,” tambahnya.
Selain aspek akademik dan vokasional, SMK Muhammadiyah Garut juga menekankan pentingnya membangun akhlakul karimah siswa.
Menurut Yan Yan, tantangan era digital menuntut sekolah untuk tetap menjaga nilai moral dan karakter Islam yang menjadi identitas Muhammadiyah.
Majelis Dikdasmen Muhammadiyah disebut selalu memberikan dukungan tinggi dengan melibatkan SMK Muhammadiyah Garut dalam kegiatan provinsi maupun nasional.
Tahun ajaran mendatang, sekolah telah menetapkan program prioritas yaitu:
1. Digitalisasi pembelajaran di seluruh instrumen sekolah
2. Peningkatan kompetensi guru, terutama kemampuan teknologi
3. Penguatan disiplin dan kebersamaan seluruh komponen sekolah
4. Penguatan marwah pendidikan Muhammadiyah sesuai Al-Qur’an dan Hadis
Pada upacara HGN 2025, SMK Muhammadiyah Garut memberikan penghargaan kepada tiga guru dan tiga staf tata usaha atas dedikasi dan pengabdian mereka selama ini.
Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di SMK Muhammadiyah Garut bukan hanya seremoni, tetapi momentum memperkuat orientasi pendidikan: lebih mendalam, lebih praktis, lebih berkarakter, dan lebih siap menghadapi masa depan.***
Penulis : Soni Tarsoni
















