WARTAGARUT.COM – Minat masyarakat terhadap layanan pendidikan dasar yang diselenggarakan Al Mashduqi Islamic School Garut terus menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Antusiasme tinggi terhadap Penerimaan Santri Murid Baru (PSMB) membuat sejumlah orang tua bahkan telah mengamankan kursi pendidikan anaknya hingga tahun 2031, meski kuota resmi belum dibuka.
Pada pendaftaran tahun ajaran 2026–2027, jumlah pendaftar SD IT Al Mashduqi Garut tercatat menembus lebih dari 130 calon santri.
Sementara itu, daya tampung tiap kelas dibatasi maksimal 29 santri untuk SD dan 26 santri untuk TK.
Kondisi tersebut membuat persaingan masuk sekolah semakin ketat.
Fenomena ini terlihat dari langkah antisipatif sejumlah orang tua yang langsung mendaftarkan anak berikutnya setelah anak pertama sempat masuk sistem waiting list
Salah seorang orang tua calon santri mengungkapkan, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi keluarganya.
“Tahun 2026 ini anak pertama kami sempat masuk waiting list. Karena itu, kami tidak ingin kejadian yang sama terulang untuk adiknya. Sejak sekarang kami sudah mengamankan rencana masuk TK IT 2029 dan SD IT 2031,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah membandingkan dengan sejumlah sekolah lain, Al Mashduqi dinilai memiliki keunggulan yang sulit ditemukan.
“Lingkungannya ramah anak, kurikulumnya lengkap, Bahasa Inggrisnya standar Cambridge, dan tetap kuat pendidikan Islamnya. Paket seperti ini jarang kami temukan,” tambahnya.
Kepala SD IT Al Mashduqi Garut, Muchtar Arifin, S.S., M.Pd., membenarkan adanya lonjakan antusiasme orang tua, termasuk yang mendaftar jauh hari.
“Kami memang membuka sistem pendaftaran inden. Namun kami tidak menyangka antusiasmenya setinggi ini, sampai ada yang mendaftar untuk tahun ajaran 2031,” jelasnya.
Menurut Muchtar, kebijakan pembatasan kuota merupakan bagian dari komitmen menjaga kualitas pembelajaran.
“Satu kelas maksimal 29 santri untuk SD dan 26 untuk TK. Ke depan, untuk jenjang SMP kami rencanakan maksimal 34 siswa per kelas. Ini agar pembelajaran tetap efektif dan terkontrol,” ungkapnya.
Muchtar menuturkan, kepercayaan orang tua juga didorong oleh penerapan kurikulum kolaboratif integratif khas Al Mashduqi, yang memadukan kurikulum nasional, Bahasa Inggris standar Cambridge, serta pendidikan Islam.
Di SD IT Al Mashduqi, Bahasa Inggris tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi juga dibiasakan melalui daily conversation dalam aktivitas sekolah.
Selain aspek akademik, sekolah juga memberikan ruang luas bagi pengembangan karakter dan minat bakat santri.
“Saya melihat anak-anak diapresiasi. Ada penghargaan seperti Best Storyteller. Anak saya suka bercerita, jadi program di sini sangat sejalan,” ujar salah satu orang tua.
Meski peminat terus meningkat, pihak sekolah menegaskan bahwa seleksi tetap dilakukan secara objektif dan profesional.
“Kami tidak mengejar kuantitas. Fokus kami menjaga kualitas pendidikan, rasio guru dan murid, serta kenyamanan belajar anak,” tegas Muchtar.
Antusiasme orang tua yang mulai mengamankan pendidikan anak hingga beberapa tahun ke depan menjadi indikator kuat bahwa Al Mashduqi Islamic School Garut telah menjadi rujukan pendidikan Islam unggulan di Kabupaten Garut, dengan tingkat kepercayaan yang terus tumbuh secara berkelanjutan.***
Penulis : Soni Tarsoni
















