WARTAGARUT.COM – Universitas Garut menggelar tasyakur dan doa bersama dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-27 sebagai upaya memperkuat komitmen pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan yang dihadiri oleh hadiri oleh seluruh unsur pimpinan serta sivitas akademika.dilaksanakan bdi Aula Gedung Baru Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan (FPIK) Universitas Garut, pada Sabtu, 20 Desember 2025,
Acara tasyakuran ini dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Garut, Dr. Irfan Nabhani, S.E., M.T., beserta jajaran wakil rektor, pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga perwakilan mahasiswa.
Kehadiran seluruh elemen kampus menciptakan suasana kebersamaan yang khidmat dan penuh makna.
Rektor Universitas Garut, Dr. Irfan Nabhani, menyampaikan bahwa momentum Dies Natalis ke-27 menjadi sarana refleksi atas perjalanan panjang institusi dalam membangun kualitas pendidikan tinggi di Kabupaten Garut dan tingkat nasional.
“Dies Natalis ini bukan hanya perayaan usia, tetapi juga pengingat tanggung jawab kami dalam menjaga mutu tridarma perguruan tinggi. Pendidikan, riset, dan pengabdian harus terus berjalan seimbang,” ujar Irfan dalam sambutannya.
Ia menegaskan, Universitas Garut berkomitmen meningkatkan daya saing lulusan melalui penguatan kurikulum, pengembangan riset terapan, serta perluasan kemitraan dengan berbagai pihak.
“Kami ingin memastikan lulusan Uniga mampu bersaing, berkarakter, dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dr. Irfan Nabhani mengungkapkan, Tasyakur dan doa bersama ini digelar sebagai bentuk rasa syukur atas capaian Universitas Garut selama 27 tahun berkiprah di dunia pendidikan.
Selain itu, kata Ia, kegiatan tersebut menjadi sarana memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan seluruh program akademik.
Dalam suasana religius dan kekeluargaan, seluruh peserta memanjatkan doa agar Universitas Garut senantiasa diberikan kekuatan, konsistensi, dan istiqamah dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi.
Rangkaian acara diisi dengan sambutan pimpinan universitas, pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur, doa bersama, serta ramah tamah antar sivitas akademika.
Tradisi ini menjadi simbol persatuan dan semangat kebersamaan dalam membangun kampus yang unggul.
Dekan Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai bahwa peringatan Dies Natalis menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antarfakultas.
“Kegiatan ini mempererat silaturahmi dan memperkuat koordinasi dalam menjalankan program akademik,” ujarnya.
Memasuki usia ke-27 tahun, Universitas Garut menargetkan penguatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan produktivitas penelitian, serta pengembangan pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan lokal.
Melalui penguatan tridarma perguruan tinggi, Uniga diharapkan mampu membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, tuntutan industri, dan dinamika global.
Kegiatan tasyakur dan doa bersama ini sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan Dies Natalis ke-27 Universitas Garut serta momentum penguatan komitmen bersama dalam membawa Uniga menuju perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing.***
Penulis : Soni Tarsoni

















