WARTAGARUT.COM – Komisi IV DPRD Kabupaten Garut melakukan kunjungan kerja ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat pada 1 April 2026 untuk meninjau langsung penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta mendorong optimalisasi fungsi rumah singgah sebagai pusat rehabilitasi yang layak dan humanis.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Garut, Hj. Diah Kurniasari, yang menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pemulihan bagi masyarakat yang terdampak, khususnya ODGJ.
“Kami ingin memastikan bahwa negara hadir dalam memberikan perlindungan dan pemulihan bagi warga, khususnya mereka yang mengalami gangguan jiwa,” ujar Diah.
Ia menekankan bahwa rumah singgah tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sementara, tetapi harus dikembangkan menjadi fasilitas rehabilitasi yang mampu mendukung pemulihan secara menyeluruh.
“Optimalisasi rumah singgah ini penting agar tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga menjadi pusat rehabilitasi yang layak dan humanis,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV juga menyoroti perlunya peningkatan kualitas layanan, baik dari sisi fasilitas, tenaga pendamping, maupun program rehabilitasi yang berkelanjutan.
Menurut Diah, pendekatan dalam penanganan ODGJ harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga sosial dan psikologis, agar proses pemulihan berjalan optimal.
Selain itu, DPRD Garut mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi dalam memperkuat sistem penanganan ODGJ, termasuk dalam pengelolaan rumah singgah yang lebih efektif.
“Kami berharap ada kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan provinsi, sehingga penanganan ODGJ bisa lebih optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya DPRD Kabupaten Garut dalam memastikan kebijakan sosial berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.
“Ini bagian dari komitmen kami untuk terus mengawal kebijakan sosial agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. ***
Penulis : Soni Tarsoni

















